Tank-tank Israel sedang memasuki wilayah Gaza - foto X

Tel Aviv, aktual.com — Militer Israel melaporkan bahwa dua personelnya gugur dalam pertempuran di wilayah selatan Lebanon. Insiden ini terjadi ketika pasukan darat Israel terlibat bentrokan langsung dengan kelompok Hizbullah di kawasan perbatasan kedua negara.

Konflik di Lebanon mulai meningkat sejak 2 Maret, saat Hizbullah—yang didukung Iran—meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel. Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Sebagai respons, Israel menggencarkan serangan udara berskala besar ke berbagai titik di Lebanon yang diklaim sebagai basis Hizbullah. Selain itu, pasukan darat juga dikerahkan untuk melakukan penetrasi di wilayah perbatasan.

Dalam laporan terbaru yang dikutip dari Reuters dan The Times of Israel pada Jumat (27/3/2026), militer Israel menyebutkan dua tentaranya tewas dan empat lainnya mengalami luka dalam operasi militer di Lebanon selatan.

Militer Israel dalam pernyataannya pada Kamis (26/3) waktu setempat menyebut satu tentaranya tewas dan beberapa tentara lainnya luka-luka akibat serangan rudal anti-tank yang diluncurkan Hizbullah di wilayah Lebanon bagian selatan.

Berdasarkan investigasi awal oleh Angkatan Bersenjata Israel (IDF), sejumlah pejuang Hizbullah menembakkan dua rudal anti-tank dari wilayah utara Sungai Litani di sektor timur Lebanon selatan. Serangan tersebut diarahkan ke tank Merkava milik Israel.

Rudal pertama, menurut klaim IDF, berhasil dihentikan oleh sistem pertahanan aktif kendaraan tersebut. Namun, rudal kedua mengenai sasaran dan menyebabkan korban.

Selain itu, satu tentara Israel lainnya dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan pasukan Hizbullah di lokasi yang sama.

Dengan tambahan korban ini, jumlah tentara Israel yang tewas dalam konflik sejak awal Maret mencapai sedikitnya empat orang. Sebelumnya, dua tentara lainnya dilaporkan tewas dalam pertempuran pada 8 Maret.

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah menjadi salah satu dampak paling mematikan dari konflik yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari.

Serangkaian serangan Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain