Jakarta, Aktual.com – Perjalanan mudik Lebaran menempuh ratusan kilometer memberikan tekanan ekstra pada semua jenis kendaraan, termasuk mobil listrik (EV) dan hybrid. Setelah digunakan, pemeriksaan menyeluruh menjadi kunci agar kendaraan tetap aman, nyaman, dan siap digunakan kembali dalam rutinitas harian.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menekankan pentingnya pengecekan komponen utama pasca-mudik. “Pada mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, seluruh pemeriksaan mobil konvensional tetap berlaku mulai dari ban, rem, hingga kaki-kaki, tetapi perlu tambahan perhatian pada sistem kelistrikan dan baterai,” ujar Yannes, Sabtu (29/03/2026).
Yannes menyarankan pemilik mobil untuk memeriksa kondisi aki 12V serta melakukan pemindaian (scan) jika indikator peringatan muncul di panel. Sistem pendinginan baterai, termasuk kipas dan jalur sirkulasi udara di kabin, juga harus diperiksa. “Kabin yang penuh penumpang selama mudik dapat meningkatkan suhu dan membawa debu, sehingga berpotensi mengganggu kinerja sistem,” jelasnya.
Selain itu, sistem pengereman mobil hybrid perlu dicermati. Dalam beberapa kondisi, rem mekanis bekerja lebih keras ketika regenerative braking tidak optimal. “Untuk PHEV, pastikan port charging dan kabel dalam kondisi bersih dan aman,” tambahnya.
Bagi mobil listrik murni (BEV), perhatian utama terletak pada bagian bawah kendaraan. Bobot baterai yang besar menurunkan ground clearance, sehingga risiko benturan pada pelindung baterai meningkat. “Inspeksi underbody menjadi sangat penting untuk memastikan tidak ada kerusakan,” kata Yannes. Sistem pendinginan baterai wajib dicek, terutama jika kendaraan menggunakan fast charging selama perjalanan mudik. Pemilik juga harus memastikan port pengisian berfungsi normal dan aki 12V tetap prima.
Ban dan sistem pengereman EV juga memerlukan perhatian khusus. Ban cenderung lebih cepat aus karena bobot yang lebih berat, sementara rem jarang digunakan akibat regenerative braking sehingga rawan karat atau seret jika tidak diperiksa.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) memastikan kesiapan jaringan pengisian kendaraan listrik untuk mudik Lebaran 2026 dengan menyiapkan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 3.097 titik strategis.
EVP Niaga dan Pemasaran PLN, Nayusrizal, menyatakan, “Dengan kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami siapkan, masyarakat dapat merasakan pengalaman mudik dengan kendaraan listrik yang aman, nyaman, dan bebas hambatan.”
PLN memproyeksikan sekitar 23 ribu kendaraan listrik akan digunakan saat mudik Lebaran 2026, meningkat 1,6 kali lipat dari tahun sebelumnya. Untuk jalur Sumatra–Jawa–Bali, 1.681 SPKLU ditempatkan di 994 titik dengan jarak rata-rata antar SPKLU 22 kilometer. Lebih dari 5.000 personel siaga 24 jam dan 15 unit SPKLU Mobile siap membantu EV yang kehabisan daya di perjalanan.
Dengan melakukan pengecekan komponen penting dan memanfaatkan dukungan infrastruktur, pemilik mobil listrik dan hybrid dapat kembali menggunakan kendaraannya dalam aktivitas harian dengan performa optimal, keselamatan terjaga, dan kenyamanan maksimal.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















