Rudal balistik darat ke darat dengan jangkauan 2.000 km bernama Khaibar dipamerkan di Tehran, Iran, Kamis (25/3/2023). /ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/foc.
Rudal balistik darat ke darat dengan jangkauan 2.000 km bernama Khaibar dipamerkan di Tehran, Iran, Kamis (25/3/2023). /ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/foc.

Jakarta, aktual.com – Media pemerintah Iran melaporkan bahwa infrastruktur internet satelit Starlink milik miliarder Amerika Serikat (AS) Elon Musk kini dikategorikan sebagai “target sah” oleh Teheran. Sorotan juga diarahkan pada keberadaan layanan tersebut di sejumlah negara kawasan.

Dilansir Al Jazeera, Rabu (1/4/2026), kantor berita Fars merilis infografis yang menunjukkan distribusi Starlink di berbagai negara, termasuk Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.

Di dalam negeri, penggunaan Starlink di Iran dapat dikenai hukuman hingga dua tahun penjara. Meski demikian, sebagian warga tetap memanfaatkan layanan tersebut untuk berkomunikasi, terutama saat pemerintah memberlakukan pembatasan akses internet.

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran juga melontarkan ancaman terhadap sejumlah perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat. Langkah ini disebut sebagai respons atas tewasnya sejumlah tokoh Iran dalam serangan gabungan AS dan Israel.

Berdasarkan laporan AFP dan The Times of Israel, Selasa (31/3), terdapat 18 perusahaan teknologi AS yang masuk dalam daftar target, di antaranya Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla, dan Boeing.

“Perusahaan-perusahaan ini, mulai pukul 20.00 waktu Teheran pada hari Rabu, 1 April, harus mengharapkan penghancuran unit-unit terkait mereka sebagai imbalan atas setiap pembunuhan di Iran,” kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan.

“Kami menyarankan para karyawan lembaga-lembaga ini untuk segera meninggalkan tempat kerja mereka demi keselamatan jiwa mereka,” tambahnya.

Ancaman tersebut muncul di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim tengah menjalankan jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik. Namun di saat yang sama, Trump juga memberi sinyal akan memperkuat operasi militer bersama Israel terhadap Iran.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain