Kapal MT Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping. Aktual/DOK PT PIS

Jakarta, aktual.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan bahwa proses pembebasan dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) yang sempat tertahan di kawasan Teluk Arab hingga kini masih menghadapi sejumlah kendala teknis.

Juru bicara Kemlu, Vahd Nabyl, mengatakan pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak Pertamina guna menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kita masih koordinasikan dengan Pertamina ya, untuk hal-hal teknisnya mungkin bisa kita perdalam dari pihak Pertamina juga,” ujar Nabyl dalam taklimat media di kantor Kemlu, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan bahwa hambatan yang dihadapi tidak berkaitan dengan isu politik, melainkan murni persoalan teknis di lapangan. Meski tidak merinci secara detail, Nabyl menyebut aspek administrasi, termasuk asuransi, menjadi salah satu hal yang tengah disiapkan.

“Tidak disebutkan secara spesifik, tapi asuransi itu termasuk juga,” katanya.

Lebih lanjut, Kemlu memastikan bahwa tidak ada pembahasan terkait biaya tambahan atau kompensasi tertentu agar kapal dapat melintasi kawasan strategis seperti Selat Hormuz. Pemerintah, kata Nabyl, fokus pada upaya diplomatik dan teknis untuk menjamin keselamatan aset negara.

“Indonesia melakukan pendekatan di semua tingkatan. Saya rasa semua negara melakukan upaya-upaya yang mereka miliki untuk menjamin keselamatan, jadi tidak harus membandingkan dengan negara lain,” tegasnya.

Di sisi lain, Kemlu menyampaikan adanya sinyal positif dari pihak Iran terkait kemungkinan kedua kapal tanker tersebut segera dapat melintas.

Meski demikian, pemerintah belum dapat memastikan jadwal pasti keberangkatan kedua kapal tersebut dari kawasan Teluk Arab.

“Nggak ada timeline sih,” tutup Nabyl.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt