Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/12/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Jakarta, aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (30/4/2026) ditutup terjun tajam. IHSG anjlok sebesar 144,43 poin atau 2,03 persen ke level 6.956.

Bahkan dalam sesi perdagangan, IHSG sempat merosot lebih dari 3 persen hingga menyentuh level 6.876, yang tercatat sebagai penurunan terdalam di kawasan Asia pada hari ini.

Penurunan tajam IHSG dipicu oleh pelemahan di seluruh sektor saham. Sektor material dasar, industri, properti, serta konsumer non-primer menjadi penekan utama. Sementara sektor lainnya juga mengalami koreksi lebih dari 1 persen.

Tekanan semakin dalam akibat kejatuhan saham berkapitalisasi besar (big caps), di antaranya BBCA, BREN, TPIA, BBRI, BMRI, hingga EMAS. Selain itu, pelemahan juga terjadi pada saham DSSA, MORA, UNTR, PTRO, PANI, hingga MDKA.

Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham justru mencatatkan penguatan signifikan. Saham SDMU melonjak 28,57 persen ke Rp126, HERO naik 24,74 persen ke Rp474, serta ADHI menguat 16,48 persen ke Rp212.

Selain itu, saham SONA naik 15,70 persen ke Rp2.580 dan INDS menguat 15,79 persen ke Rp440. Penguatan juga terjadi pada ASPR yang naik 7,03 persen ke Rp274, PTPP menguat 6,45 persen ke Rp264, serta TOOL yang naik 6,38 persen ke Rp100.

Saham lainnya seperti MOLI dan DOSS turut mencatatkan kenaikan masing-masing 6,34 persen dan 5,37 persen.

Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (29/4/2026), IHSG justru ditutup menguat 28,84 poin atau 0,41 persen ke level 7.101. Namun, investor asing saat itu tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,19 triliun.

Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham BMRI sebesar Rp443,80 miliar, diikuti BBCA Rp307,73 miliar dan BBRI Rp69,54 miliar.

Penguatan IHSG pada hari sebelumnya ditopang oleh kenaikan sejumlah sektor, seperti sektor industri 2,41 persen, konsumer non-primer 1,08 persen, teknologi 1,45 persen, infrastruktur 1,48 persen, serta keuangan 1,04 persen. Sektor energi, properti, dan transportasi juga mencatatkan kenaikan terbatas.

Adapun saham dengan kenaikan tertinggi hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA) pada perdagangan sebelumnya antara lain INOV yang melonjak 34,68 persen ke Rp167, TOOL naik 34,29 persen ke Rp94, serta KONI yang menguat 24,89 persen ke Rp2.960.

Koreksi tajam IHSG pada hari ini mencerminkan meningkatnya tekanan jual di pasar saham domestik, seiring sentimen negatif yang melanda hampir seluruh sektor serta aksi profit taking pada saham-saham unggulan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt