Arsip foto - Warga Kuba menaiki becak listrik dan sepeda selama pawai anti-imperialisme di tengah kekurangan yang terus berlanjut dan pemadaman listrik berkepanjangan, saat pulau itu menghadapi tekanan ekonomi yang semakin dalam di bawah embargo Amerika Serikat yang telah berlangsung selama beberapa dekade (2/4/2026). Para demonstran mengecam dampak sanksi AS sambil menjalani realitas sehari-hari yang ditandai dengan keterbatasan bahan bakar, kelangkaan barang kebutuhan pokok, dan pengurangan transportasi umum. /ANTARA/Juancho Torres/Anadolu/pri.
Arsip foto - Warga Kuba menaiki becak listrik dan sepeda selama pawai anti-imperialisme di tengah kekurangan yang terus berlanjut dan pemadaman listrik berkepanjangan, saat pulau itu menghadapi tekanan ekonomi yang semakin dalam di bawah embargo Amerika Serikat yang telah berlangsung selama beberapa dekade (2/4/2026). Para demonstran mengecam dampak sanksi AS sambil menjalani realitas sehari-hari yang ditandai dengan keterbatasan bahan bakar, kelangkaan barang kebutuhan pokok, dan pengurangan transportasi umum. /ANTARA/Juancho Torres/Anadolu/pri.

Hamilton, Kanada, aktual.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jumat (1/5) mengatakan bahwa AS akan mengambil alih Kuba “dalam waktu sekejap,” serta menyiratkan kemungkinan pengerahan kapal induk di lepas pantai untuk memaksa negara pulau tersebut menyerah.

“Kuba akan kami ambil alih dalam waktu sangat cepat,” kata Trump dalam sebuah acara di Florida, seraya mengeklaim bahwa “rakyat Kuba menghadapi berbagai masalah.”

Trump mengindikasikan langkah tersebut akan menyusul perang AS-Israel terhadap Iran, dengan menyebut Washington akan mengerahkan kapal angkatan laut dalam perjalanan kembali ke AS.

“Dalam perjalanan pulang dari Iran, kami akan mengerahkan salah satu kapal besar kami, mungkin kapal induk USS Abraham Lincoln, yang terbesar di dunia, kami akan membuatnya datang dan berhenti sekitar 100 yard dari lepas pantai,” ujarnya.

Trump juga menyiratkan bahwa unjuk kekuatan tersebut saja akan membuat Kuba menyerah, dengan mengatakan, “Mereka akan berkata ‘terima kasih banyak. Kami menyerah,’” serta menambahkan, “Saya suka menyelesaikan pekerjaan.”

Pada Jumat, Trump juga menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan sanksi baru terhadap individu dan entitas yang terkait dengan Kuba, dengan alasan kekhawatiran terhadap ancaman keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS.

Ia berulang kali menyatakan bahwa Kuba adalah “berikutnya” setelah operasi militer terhadap Iran dan bahwa negara Karibia tersebut akan gagal “dalam waktu dekat.”

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain