Jakarta, aktual.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan agar sekolah swasta yang tergabung dalam program sekolah swasta gratis tak boleh memungut biaya kepada siswa.
“Kalau sudah digratiskan, tidak menarik fasilitas yang ada kepada siswa, kepada murid,” tegas Pramono di Jakarta Timur, Jumat (8/5).
Pramono pun mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak akan segan-segan melakukan tindakan tegas bagi pihak sekolah swasta yang masih memungut biaya ke siswa.
Di sisi lain, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana, mengungkapkan pihaknya menerima aduan terkait praktik pungli di sekolah-sekolah swasta yang tergabung dalam program sekolah swasta gratis.
“Memang kami mendapatkan aduan dari masyarakat terkait adanya hidden fee, biaya-biaya di belakang yang membebani warga,” kata Justin.
Ia menjelaskan, persoalan itu telah dibahas dalam rapat kerja bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Berdasarkan klarifikasi dari Kepala Dinas Pendidikan, pungutan tersebut dipastikan tidak sah.
“Sekolah-sekolah yang melakukan pungutan akan ditindak dan dievaluasi kembali kemitraannya dengan Dinas Pendidikan,” ujar Justin.
Justin menegaskan, konsep sekolah gratis harus benar-benar diterapkan tanpa adanya biaya tambahan dalam bentuk apa pun.
“Kita harapkan ke depan yang namanya sekolah gratis betul-betul gratis, tidak ada pungutan lagi,” tegas Justin.
Adapun saat ini, sebanyak 103 sekolah swasta telah dipilih untuk masuk dalam program sekolah swasta gratis yang akan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027.
Anggaran yang digelontorkan untuk program tersebut mencapai Rp253.625.139.600 atau Rp253,6 miliar.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















