Jakarta, Aktual.com — Anggota DPR RI Habib Syarief mendesak pemerintah untuk memprioritaskan tenaga pendidik dalam proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menyusul masih tingginya kekurangan guru di Indonesia yang mencapai sekitar 480 ribu orang.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada kualitas pendidikan nasional.
“Kekurangan guru ini sangat serius. Pemerintah harus menjadikan tenaga pendidik sebagai prioritas utama dalam seleksi PPPK,” ujar Habib Syarief dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/5/2026).
Ia menilai kebutuhan guru yang besar harus direspons dengan kebijakan rekrutmen yang tepat sasaran, termasuk mempercepat proses pengangkatan tenaga honorer yang selama ini telah mengabdi di sekolah-sekolah.
Selain itu, Habib Syarief juga menekankan pentingnya pemerataan distribusi guru, terutama di daerah terpencil dan tertinggal yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik.
“Kita tidak hanya bicara jumlah, tetapi juga distribusi. Banyak daerah yang masih kekurangan guru, sementara di daerah lain justru berlebih,” ujar politikus PKB ini.
Ia juga meminta pemerintah memastikan seleksi PPPK berjalan transparan dan adil, serta benar-benar memberikan peluang bagi tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dan pengalaman mengajar.
Menurutnya, jika persoalan kekurangan guru tidak segera diatasi, maka akan berdampak pada kualitas generasi muda di masa depan.
“Pendidikan adalah fondasi bangsa. Kalau kekurangan guru terus terjadi, maka kualitas pendidikan kita juga akan terancam,” tegasnya.
DPR berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret dan berkelanjutan untuk mengatasi kekurangan guru, termasuk melalui kebijakan rekrutmen yang lebih terarah dan berpihak pada kebutuhan dunia pendidikan.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















