Jakarta, Aktual.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat layanan air minum di wilayah timur Indonesia melalui rehabilitasi dan optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pungka untuk mendukung Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Proyek ini disiapkan untuk meningkatkan akses air bersih sekaligus mendukung program pencegahan stunting pada balita.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, air adalah sumber daya terbatas yang harus digunakan secara efisien agar tetap tersedia bagi generasi mendatang.
“Jangan sampai nanti anak cucu kita kesulitan air karena kita boros hari ini,” kata Dody, di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Rehabilitasi dan optimalisasi IPA Pungka dilakukan untuk memperluas akses air minum aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Pulau Sumbawa, khususnya di Kecamatan Sumbawa, Labuhan Badas, Unter Iwes, Moyo Utara, dan Moyo Hilir.
Program optimalisasi SPAM Semongkat juga dinilai penting untuk memperkuat kapasitas kelembagaan PDAM Batulanteh Kabupaten Sumbawa yang saat ini belum mampu menjangkau seluruh wilayah layanan akibat keterbatasan pasokan air bersih.
Kementerian PU menilai keberadaan infrastruktur tersebut dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber air yang belum memenuhi standar kelayakan.
Selain itu, proyek ini juga diarahkan untuk mendukung target nasional akses air minum aman serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-6 tentang air bersih dan sanitasi.
Pekerjaan optimalisasi SPAM Semongkat mencakup rehabilitasi dan optimalisasi IPA Pungka berkapasitas 150 liter per detik, perbaikan reservoir, serta jaringan perpipaan internal.
Selain itu, pembangunan fasilitas penunjang instalasi pengolahan air, peningkatan sistem mekanikal dan elektrikal, revitalisasi jaringan distribusi utama, hingga pembangunan struktur perlintasan pipa.
SPAM Semongkat memanfaatkan sumber air baku dari Sungai Semongkat dengan kapasitas 165 liter per detik. Air baku tersebut dialirkan melalui sistem transmisi gravitasi sepanjang 5 kilometer menggunakan pipa berdiameter 16 inci dan 11 kilometer menggunakan pipa berdiameter 14 inci menuju IPA Pungka.
Di instalasi tersebut, air baku akan diolah untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar air minum. Setelah proses pengolahan, air bersih ditampung di tiga unit reservoir distribusi yang terdiri dari dua reservoir berkapasitas masing-masing 500 meter kubik dan satu reservoir berkapasitas 600 meter kubik sebelum dialirkan ke jaringan distribusi utama.
Dari jaringan tersebut, air kemudian disalurkan hingga ke sambungan rumah di wilayah layanan. Sistem SPAM Semongkat dirancang untuk melayani 29 desa di lima kecamatan dengan total 12.510 sambungan rumah eksisting.
Melalui optimalisasi IPA Pungka, Kementerian PU berharap distribusi air minum di Pulau Sumbawa menjadi lebih andal, tekanan air lebih stabil, dan cakupan layanan dapat terus diperluas mengikuti pertumbuhan kebutuhan masyarakat.
Laporan: Achmat
Artikel ini ditulis oleh:
Eroby Jawi Fahmi

















