Jakarta, Aktual.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan meninjau kembali perencanaan kapasitas produksi Blok Gas Abadi Masela. Hal tersebut dilakukan karena ada permintaan baru sebesar 474 mscf melalui Kementerian Perindustrian.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan bahwa pihaknya akan memperhitungkan dari segala aspek.

“Itu memang ada permintaan dari Kemenperin, lagi dibahas. Nantikan produksinya berapa sedang dibahas. Apakah nanti ditingkatkan produksinya atau bagaimana, cukup atau tidak reservoirnya dan sebagainya,” kata Wirat, di Jakarta, ditulis Kamis (29/12).

Perlu diketahui, saat ini pemerintah sedang melakukan negosiasi dengan Inpex (operator proyek) mengenai tuntutan kompensasi berupa insentif atas perubahan skema pengembangan dari offshore menjadi onshore sebagaimana yang diputuskan oleh pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah memberikan kompensasi perpanjangan kontrak selama 10 tahun, hanya mungkin dikabulkan pemerintah selama 7 tahun.

“Sampai sekarang itu mereka minta 10 tahun, tapi kami melihat angka yang realistis tujuh tahun,” kata Luhut.

Selain masa perpanjangan kontrak, Infex juga menuntut peningkatan kapasitas kilang dan pengembalian dana yang sudah dikeluarkan selama masa studi eksplorasi sebesar USD 1,2 miliar. Namun untuk yang satu ini pemerintah memutuskan akan melakukan audit terlebih dulu sebelum memberikan keputusan final.

(Laporan: Dadangsah Dapunta)

(Eka)