Jakarta, Aktual.com – Mata-mata Amerika Yahudi Jonathan Pollard, dibebaskan dari sebuah penjara Amerika Serikat pada Jumat (20/11), setelah menjalani masa tahanan hampir 30 tahun, karena membocorkan rahasia-rahasia Amerika kepada Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menyambut baik langkah tersebut, dengan mengatakan hukuman tersebut dinilai tak pantas oleh Negara Yahudi itu, tempat Pollard dipandang oleh sebagian orang Israel sebagai pahlawan nasional.

Netanyahu, yang telah lama menekan bagi pembebesan Pollard, mengatakan bahwa “setelah tiga dekade yang sulit dan lama, Jonathan akhirnya bisa bersatu kembali dengan keluarganya.” “Rakyat Israel menyambut baik pembebasan Jonathan Pollard,” kata dia, seperti diberitakan AFP, Jumat.

Kasus Pollard telah menjadi ganjalan utama antara Israel dan AS, mulai dari Presiden Ronald Reagan hingga Presiden Barack Obama yang menolak pembebasan awal Pollard.

“Sebagai seorang yang mengangkat kasus Jonathan selama bertahun-tahun dari satu presiden ke presiden lain, saya telah lama berharap hari ini akan datang,” kata Netanyahu.

Jacques Semmelman, sebagai salah seorang dari dua pengacaranya, membenarkan pembebasan Pollard menjelang fajar dari sebuah penjara federal di Butner, North Carolina.

Pengumuman pembebasan mata-mata yang kini berusia 61 tahun itu juga dibuat oleh kelompok pendukung utamanya di Israel.

Tetapi kendati bebas, Pollard masih dilarang meninggalkan AS selama lima tahun.

Satu pengadilan AS menjatuhkan hukuman seumur hidup atas Pollard, lulusan Universitas Standford dan mantan analis intelejen Angkatan Laut AS pada 1987 setelah ia mengaku bersalah berkonspirasi mengirim informasi pertahanan nasional kepada satu pemerintahan asing.

Pembebasan bersyarat Pollard yang diberi kewarganegaraan Israel pada 1995 terjadi hampir 30 tahun sejak penangkapan pada 21 November 1985.

Aktivis kelompok sayap kanan di Israel berusaha menjadikannya sebagai ikon. Namun, di AS, para pejabat Pentagon dan CIA masih memendam marah, karena dokumen-dokumen pertahanan bersifat rahasia dibocorkan Pollard.

Deputi penasehat keamanan nasional Obama Ben Rhodes mengatakan kembalinya Pollard ke Israel merupakan sebuah isu yang “Netanyahu sering angkat.” “Lagi presiden tidak punya rencana untuk mengubah ketentuan pembebasan bersyaratnya,” kata Rhodes, berbicara tentang Pollard.

Menurut keluarga Pollard, mantan mata-mata itu, yang kelahiran Texas, menginginkan tinggal di Israel bersama Esther Zeits, seorang Yahudi Kanada yang terlibat dalam kampanye bagi pembebasan Pollard. Ia menikah dengan Zeits di dalam penjara.

()

()