Bogor, Aktual.com – Ketua Dewan Kehormatan PSSI, Agum Gumelar sangat menyesalkan adanya pernyataan yang melarang pemasangan atribut PSSI pada Piala Presiden oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

“Waduuuh….waduuuuh…ini BOPI kewenangannya koq sampai begitu jauh yaah?” sesal Agum Gumelar menggeleng-gelengkan kepalanya, di Bogo, jawa Barat, Kamis (27/8).

“Apa PSSI ini organisasi terlarang seperti PKI? Mohon maaf yah, pernyataan itu sangat tidak tepat. Itu ngawur,” tambah Agum Gumelar.

Agum, yang menjabat Ketua Umum PSSI di era 1998-2003, kemudian menekankan, sepakbola Indonesia (PSSI) sampai saat ini tetap diakui oleh FIFA. Itu artinya, tegas Agusm Gumelar, keanggotaan PSSI di FIFA tidak terpengaruh oleh sanksi administratif atau pembekuan yang diberlakukan oleh pemerintah.

“Justru karena adanya intervensi pemerintah itulah, FIFA kemudian menjatuhkan sanksi skorsing kepada PSSI–hingga batas waktu yang tidak ditentukan,” ucapnya.

Agum menegaskan, terkait dengan pembekuan PSSI, sudah banyak pihak yang meminta agar sanksi administratif atau pembekuan itu segera dicabut.

“Wapres, DPR, DPD, KOI, dan KONI Pusat, sudah sama-sama meminta agar nama baik PSSI dipulihkan. Dari aspek hukum juga demikian. Keputusan PTUN agar Kantor Menpora mencabut SK pembekuan itu segera dicabut, sifatnya final dan mengikat. Saya nggak habis pikir kalau sampai keputusan hukum juga tidak dipatuhi,” papar Ketua Umum KONI Pusat 2003-2007 itu.

Mantan Menteri Perhubungan dan Menko Polsoskam itu kemudian menguraikan harapannya agar pejabat publik seyogyanya mengedepankan peranannya untuk selalu melayani dan memberdayakan masyarakat. Dalam konteks itu, ditegaskannya, intervensi pemerintah dengan membekukan PSSI telah mematikan hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu, Agum mengakui, tidak sampai memahami pemikiran Menpora yang justru terkesan tak mempermasalahkan kondisi tersebut.

“Ada dua kriteria yang harus ditekankan kepada para pejabat, dan saya juga bekas pejabat, jangan sampai dibenci oleh rakyat, dan jangan sampai berurusan dengan KPK,” ungkap Agum Gumelar.

Ia kemudian juga menegaskan, jangan pernah kita membenarkan sesuatu yang salah. “Saya sudah berulangkali menyampaikan hal ini, juga kepada media,” pesannya.

Seperti diketahui, Heru Nugroho, Sekretaris BOPI, mengumbar ancaman akan  mem-blacklist Mahaka Sport (event organizer Piala Presiden) bila di turnamen Piala Presiden ada atribut dan keterlibatan PSSI.

()