Jakarta, Aktual.co —Warga Jakarta rentan mengalami masalah kejiwaan dikarenakan masalah yang kompleks seperti kemacetan dan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) permasalahan seperti ini kerap ditemui di kota-kota besar seperti Jakarta.
“Karena di Jakarta ini rumah tinggal sangat kecil dan sempit. Banyak tawuran terjadi karena rumahnya sangat kecil, apalagi kemacetannya parah. Kita bisa bayangkan betapa mudahnya orang jadi stres,” ujar Ahok, saat mengunjungi Unit Pelayanan Sosial Rumah Kita, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (17/10).
Ditambahkannya, data dari Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan, bahkan menyebutkan satu dari empat orang penduduk Jakarta memiliki masalah kejiwaan.
“Karena 11,2 persen penyandang masalah kejiwaan ada di Jakarta. Jadi dari 4 orang itu 1 pasti ada,” ujarnya.
Untuk menangani penyandang masalah kejiwaan di Jakarta tersebut, kata Ahok, tujuan didirikannya Unit Inofrmasi dan Layanan Sosial (UILS) ‘Rumah Kita’ yang bekerjasama dengan Kementerian Sosial. 
Sedangkan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Syamsudin mengatakan UILS Rumah akan dijadikan sebagai pelopor pelayanan non panti untuk penderita kejiwaan pertama di Indonesia.
UILS Rumah melibatkan mahasiswa-mahasiswa dari fakultas kedokteran dan psikologi Universitas Indonesia dan Universitas Katolik Atmajaya.
“Kalau semua masuk rumah sakit jiwa lebih repot. Jadi harus di-back-up dari masyarakat. kita hilangkan stigma buruk bagi penderita gangguan jiwa dan berikan dukungan pada mereka,” ujarnya.

()