Jakarta, aktual.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak Belanda meningkatkan kerja sama di sektor air serta menyatakan keterbukaan RI menjalin kerja sama baru dalam sektor tersebut.
“Indonesia menyambut investasi, inovasi, dan pertukaran pengetahuan dengan Belanda dalam sektor air yang cerdas dan kerja sama penelitian yang menghubungkan generasi insinyur masa depan kami dengan Belanda,” kata AHY pada perayaan Hari Raja Belanda di Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Kamis (23/4).
Menurut AHY, Belanda merupakan salah satu negara yang paling maju di dunia dalam hal pengelolaan air dan pembangunan infrastruktur terkait, seperti bendungan, kanal, dan sistem pengelolaan air.
Ia pun menyoroti berbagai inisiatif yang telah terjalin antara Indonesia dan Belanda dalam sektor perairan, antara lain proyek pemulihan pesisir dan restorasi mangrove di Demak dan pesisir Jawa utara.
“Hal tersebut memberi solusi terbaik di Semarang dalam menghadapi penurunan tanah, banjir, dan kelangkaan air,” ucap Menko IPK.
Kemudian restorasi daerah aliran sungai di Jawa Timur, pemulihan pertanian dataran rendah di Kalimantan Tengah, dan inisiatif bersama Ocean Cleanup untuk mengurangi polusi plastik di laut, kata AHY.
AHY mengatakan, proyek-proyek tersebut menunjukkan bahwa kerja sama bilateral dengan Belanda secara khusus di sektor air yang telah berjalan selama 25 tahun terakhir telah membuahkan hasil nyata yang berdampak riil bagi masyarakat Indonesia.
“Kita telah menjalani seperempat abad saling berbagi keahlian, menjalankan proyek bersama, dan membangun kepercayaan di sungai-sungai, pesisir, dan komunitas di Indonesia,” tutur Menko IPK.
Ia pun berharap agar kerja sama antara Indonesia dengan Belanda di sektor air terus berlanjut dan semakin mendorong rasa percaya untuk menjalin kolaborasi bilateral di sektor-sektor lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen mengumumkan telah ditandatanganinya sebuah kesepakatan hibah bilateral pada pekan lalu untuk membiayai proyek percontohan perlindungan kawasan pesisir di Demak dan Cirebon.
Kedubes Belanda juga meluncurkan inisiatif “batik hijau”, yang melibatkan ahli air dari Belanda, untuk mendorong industri batik di Pekalongan jadi lebih ramah lingkungan, kata Gerritsen.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















