Jakarta, Aktual.co — Konsumsi air bersih pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar, Kalimantan Selatan, mengalami peningkatan selama kemarau yang berlangsung sejak Agustus 2014.
“Peningkatan konsumsi terjadi pada seluruh pelanggan PDAM baik di Kota Banjarbaru maupun Martapura,” ujar Direktur Teknik PDAM Intan Banjar, Said Umar, di Banjarbaru, Minggu (9/11).
Ia mengungkapkan, peningkatan konsumsi air bersih dapat dilihat dari pemakaian air di meteran pelanggan yang lebih banyak dibanding bulan-bulan sebelumnya.
Disebutkan, pemakaian air bersih setiap pelanggan selama satu bulan berkisar 15-20 meter kubik, tetapi sejak dua bulan yakni September dan Oktober menjadi 20-25 meter kubik.
“Peningkatan pemakaian air bersih terbaca di meteran setiap pelanggan dan penyebabnya karena sumur yang digunakan kering sehingga pelanggan beralih ke air PDAM,” ungkapnya.
Menurut dia, dampak kemarau yang membuat sumur mengering juga membuat permintaan pasang baru sambungan PDAM semakin banyak sehingga harus dilayani bergiliran.
“Selama kemarau, permintaan pasang baru meningkat dan karena antrian pemasangan panjang sehingga diatur bergiliran sesuai pendaftar yang lebih dulu mendaftar,” ujar dia.
Salah seorang pelanggan Akhyar mengatakan, pemakaian air bersih dari PDAM di rumahnya lebih meningkat karena air sumur yang biasa dipakai mengering akibat kemarau.
“Air sumur kering sehingga kami beralih memakai air bersih PDAM untuk menjalankan aktivitas baik di dapur maupun kebutuhan sehari-hari lain seperti mandi,” katanya.
Sementara itu, PDAM Intan Banjar yang dikelola bersama antara Pemkab Banjar dan Pemkot Banjarbaru memiliki 52.260 pelanggan yang berdomisili di Martapura dan Banjarbaru.
Puluhan ribu pelanggan PDAM itu dilayani Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Pinus terutama zona utama meliputi pusat Kota Banjarbaru dan sebagian Kota Martapura.
“Kapasitas produksi air bersih di IPA II memang ada penurunan selama kemarau tetapi air bersih tetap diolah sehingga pelanggan di zona utama bisa terlayani,” kata Said.

()