Denpasar, Aktual.co — Meski telah mendapat dukungan sebanyak dua ratus lima puluh suara dari perserta Munas IX Golkar atau sekitar 40 persen, namun calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto mengundurkan diri.
“Saya mengucapkan terima kasih pada teman-teman yang telah mendukung saya dalam proses pencalonan sebagai ketua umum Golkar. Saya menarik diri dari proses pencalonan di Munas,” kata Airlangga di hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Senin (1/12).
Pengunduran dirinya itu dikarenakan panitia Munas yang terkesan mendukung Aburizal Bakrie atau ARB dengan manipulasi laporan pertanggungjawaban, syarat dukungan dan pembahasan tata tertib.
“Saya melihat bahwa proses pada saat terjadinya pandangan daerah, memang sudah dikondisikan sedemikian. Jadi pandangan daerah yang mengevaluasi terhadap LPJ Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie diganti menjadi pandangan untuk menjalankan proses demokrasi yang seharusnya dijadwal setelahnya,” kata dia.
Bahkan, dia mencoba agar tatib itu dibahas satu persatu, namun pimpinan sidang memaksakan ini dan langsung diketok.
“Pembahasan tatib diputaran pertama, 30 persen dukungan. Tapi dalam tatib diubah jadi surat dukungan, yang harus di tandatangani pada periode munas. Sedangkan mengenai dukung mendukung ini belum dipublikasikan,” kata dia.
Harusnya, kata dia, panitia mempublikasikan pernyataan calon. Dia mengaku mendapat 250 surat dukungan atau 40 persen. Lalu, dirinya diminta membuat surat baru, surat yang di luar munas dianggap tak berlaku.
“Saya sendiri tidak takut untuk bersaing dalam pencalonan ketum. Saya berproses secara konstitusi. Tapi bersaing secara demokratis sudah ditutup, tentunya gak ada lagi kesempatan untuk saya,” kata dia.
Atas pengunduran diri tersebut, dia tak bertanggung jawab atas Munas IX Golkar ini.
“Selanjutnya saya gak ikut bertanggung jawab pada hasil akhir munas ini. Saya apresiasi semua yang support saya. Saya akan tetap di partai Golkar,” kata dia.
Laporan: Adi Adrian
Artikel ini ditulis oleh:














