Jakarta, Aktual.com – Akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr. Purwanto mengatakan tanaman aren memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena dapat menggerakkan ekonomi lokal.

“Tanaman aren punya potensi ekonomi yang cukup besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat terutama yang tinggal di wilayah desa,” katanya, Rabu (8/9).

Untuk itu, Dosen jurusan agroteknologi Fakultas Pertanian Unsoed itu menambahkan bahwa pengembangan tanaman aren masih harus terus dikembangkan secara intensif.

“Tanaman aren merupakan tanaman palma yang sudah banyak dikenal orang namun pengembangannya masih harus terus dioptimalkan. Karena menurut saya sampai saat ini tanaman ini belum dibudidayakan secara intensif ataupun dikebunkan selayaknya tanaman tahunan lainnya seperti kelapa,” katanya.

Dia mengatakan, potensi ekonomi dari tanaman aren berasal dari nira yang dihasilkan dari penyadapan bunga jantan tanaman tersebut.

“Mungkin masih ada masyarakat yang belum tahu bahwa pohon aren bukan hanya menghasilkan kolang kaling atau pati dari batangnya sebagai bahan makanan orang Indonesia di bagian timur. Potensi ekonomi aren justru datang dari nira yang dihasilkan,” katanya.

Dia menjelaskan tanaman aren mampu menghasilkan nira dengan volume 10 kali lipat dibandingkan pohon kelapa.

“Produk turunan dari nira aren juga cukup beragam di antaranya sebagai gula Kristal aren yang sangat diminati dan permintaan cukup besar, serta minuman segar dari aren,” katanya.

Dengan demikian, kata dia, perlu ada upaya yang makin intensif terkait dengan pengembangan budi daya tanaman aren.

“Potensi aren perlu terus digarap dengan baik, karena potensi ekonomi cukup besar dan permintaan produk cukup besar, contohnya jika bisa menjual dalam bentuk minuman nira segar sangat menguntungkan,” katanya.

Menurutnya, keuntungan yang didapat akan sangat berdampak positif bagi perekonomian rumah tangga petani di wilayah desa.

“Selain itu, olahan gula Kristal satu pohon juga mampu menghasilkan gula pada kisaran 5 hingga 8 kilogram gula kristal per hari,” katanya.

Menurutnya sosialisasi mengenai potensi tanaman aren harus terus disosialisasikan kepada masyarakat khususnya para petani.

(Andy AbdulHamid)