Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung mengatakan Presiden Joko Widodo patut mempertimbangkan suara Golkar dalam pemilihan legislatif 2019 dalam penyusunan kabinet. Terlebih partai berlambang Pohon Beringin ini memiliki dua Pimpinan di DPR dan MPR.

“Kami sudah lima tahun aktif membantu Pak Jokowi dan dukung di 2019 tentu saja harapan kami juga diposisikan sebagai partai politik yang mendapatkan tempat yang wajar di kabinet periode keduanya,” katanya pada diskusi bertajuk “Membangun SDM Indonesia Unggul Menuju Negara Maju”, yang diselenggarakan Forum Pejuang NKRI di Jakarta, Sabtu (19/10).

Ia mengatakan pertimbangan lain yang patut masuk dalam memutuskan jumlah kursi di kabinet adalah kekuatan politik Golkar. Saat ini partai yang sempat ia pimpin itu memiliki dua kader yang menempati kursi Ketua MPR yakni Bambang Soesatyo dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

“Yang paling penting kita sebagai partai punya pengalaman yang cukup lama bidang pemerintahan dalam bidang pembangunan yang dimiliki oleh Golkar. Jadi wajar kalau mendapat tempat yang cukup representatif,” ujarnya.

Sayangnya saat ditanya berapa kursi menteri yang wajar untuk Golkar Akbar tidak mau mengungkapkan jumlah. Namun menurut dia nilai dari kewajaran itu pasti sudah dipahami pemilik hak prerogatif penyusunan kabinet.

Kemudian Akbar juga tak menyoalkan komposisi kabinet Jokowi-Ma’ruf 2019-2024. Jelang pelantikan, petinggi partai melakukan komunikasi politik. Terakhir, partai oposisi dalam Pilpres 2019 membangun komunikasi dengan Jokowi dan partai koalisinya.

Gerindra, bahkan digadang-gadang mendapat jatah kursi menteri dalam kabinet jilid dua Jokowi.

“Kita juga mempunyai filosofi musyawarah mufakat dalam membangun satu kebersamaan berbasis pada bangsa. Karena itu ya wajar kalau seandainya yang duduk dalam kabinet juga mereka yang dalam kontestasi bukan pendukung dari Pak Jokowi,” pungkasnya.

(Zaenal Arifin)