Jakarta, Aktual.com —  Direktur Eksekutif Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Liana Brastasida mengungkapkan, maraknya kasus kebakaran hutan yang terjadi beberapa waktu yang lalu turut mengancam jumlah produksi industri kertas.

“Kita perkirakan beberapa bulan ke depan akan ada penurunan produksi industri kertas sampai 40 persen” ucapnya ke wartawan di kantor Kementerian Perindustrian, di Jakarta, Kamis (7/1).

Liana menuturkan, kondisi ini diakibatkan oleh beberapa operasi usaha Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dihentikan aktifitas konsesi lahan hutannya karena kebijakan pemerintah terkait maraknya kebakaran lahan hutan.

“Dengan berhentinya operasi HTI tentu akan berpengaruh terhadap suplai bahan baku produksi industri kertas,” tutunrya.

Dirinya berharap kementerian perindustrian agar bisa berkordinasi kepada kementerian terkait untuk mengkaji ulang tentang kebijakan pemerintah yang berakibat pada berhentinya operasi THI.

Liana menuturkan, selama ini para pengusaha di APKI sangat bergantung pada suplai bahan baku dari HTI.  Tentu aktifitas yang usaha yang tergabung dalam APKI sangat bergantung pada pengusaha di APHI yang menyuplai bahan baku kertas. Industri kertas di APKI sendiri setiap tahunnya memproduksi 12,9 juta ton kertas per tahun.

“Tentu dengan ditutupnya beberapa operasi HTI sekitar 40 persen juga tentu akan menurunkan produksi kami di Industri kertas,” tuturnya.

(Eka)