Aksi Mahasiswa di Surabaya (Dok Aktual/Ahmad H Budiawan)

Surabaya, Aktual.com – Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di depan gedung DPRD Jawa Timur berlangsung ricuh. Seorang mahasiswa ditangkap karena diduga sebagai provokasi.

Kericuhan yang berlangsung sekitar 10 menit itu bermula dari ratusan mahasiswa yang berusaha masuk gedung DPRD Jatim, untuk menemui perwakilan dari anggota DPRD Jawa Timur. Namun, aksi mahasiswa tersebut dihadang oleh puluhan polisi yang berjaga di pagar masuk halaman.

Lantaran mahasiswa terus memaksa, akibatnya terjadi saling aksi dorong. Salah satu diantara mahasiswa yang berada paling depan, sempat sempat dicekik oleh pihak kepolisian hingga kericuhan tak bisa dihindari.

Bahkan, saat ditangkap, seorang mahasiswa tersebut masih berusaha melawan dengan melemparkan megaphone ke arah polisi. Dan di tempat yang sama, ratusan mahasiswa lainnya juga terlibat aksi dorong dan aksi pukul.

Dikatehaui, ratusan mahasiswa dari beberapa universitas asal Jawa Timur itu melakukan Aksi Bela Rakyat yang menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat.

Koordinator aksi Wasit menyampaikan, bahwa janji Presiden Jokowi saat kampanye dua jari pada pilpres lalu, tidak terbukti. Hal ini dilihat dari jumlah pengaguran banyak, dan tenaga asing juga marak, diperparah, di awal tahun dengan dicabutnya subsidi 900 VA.

Adapun tuntutan mahasiswa, diantaranya menuntut mencabut PP no 60, serta menuntut pemerintah tentang transpalasi kenaikan BBM dan menjamin ketersediaan BBM.

“Kita juga menuntut presiden jokowi yang membuat kebijakan pro rakyat.” kata Wasit, salah satu peserta aksi.

Laporan: Ahmad H Budiawan

(Wisnu)