Massa Aksi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Istana, Jakarta, Senin (5/9).

Jakarta, Aktual.com – Massa Aksi dari organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) masih bertahan di patung kuda menyampaikan aspirasi soal kenaikan harga bbm.

Sejauh ini massa aksi terus menyuarakan supaya pemerintah segara menurun harga bahan BBM

“Pemerintah segera menurunkan harga BBM dan menangkap mafia minyak” ujar salah satu orator.

Menurut pantauan Aktual.com di lapangan, Senin (5/9) PMII berusaha menembus Border yang dipasang oleh pasukan keamanan dari Polri.

“Revolusi, Revolusi, Revolusi” teriak massa aksi.

Seperti di ketahui pemerintah telah menaikan harga BBM Sebelumnya, pada Sabtu kemarin Presiden Jokowi telah resmi menaikan harga BBM pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, dan pertamax non subsidi dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Sebagai kompensasi, pemerintah bakal memberikan BLT sebesar Rp600 ribu untuk enam bulan kepada 20,65 juta keluarga kurang mampu. Selain itu, Jokowi juga bakal menyalurkan bantuan subsidi upah yang diberikan sebesar Rp600 ribu untuk 16 juta pekerja dengan gaji maksimum Rp3,5 juta per bulan.

AR/RZ

(Rizky Zulkarnain)