Biak, aktual.com – Aktivitas warga di Kabupaten Biak Numfor, Papua, ​​​​​normal pascaaksi damai masyarakat asli Papua selama dua hari (20-21/8) yang menuntut penghentian rasisme bagi mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

Beberapa fasilitas publik diantaranya pasar, pertokoan, angkutan umum, pelabuhan, perbankan, perkantoran pemerintah dan swasta serta bandara tetap beroperasi melayani masyarakat Biak sekitarnya.

Beberapa sekolah yang sempat diliburkan karena aksi damai warga sudah mulai
​​​​melaksanakan kegiatan belajar-mengajar siswa.

Koordinator Forum Peduli Keadilan Papua Biak Willem K Rumpaidus mengatakan
​​​aksi telah selesai menyampaikan aspirasi melalui Bupati Biak Herry Ario Naap ditujukan kepada Gubernur Papua di Jayapura dan Presiden Joko Widodo di Jakarta.

“Kami Forum Peduli Keadilan sudah menyerahkan berkas aspirasi warga asli Papua di Biak untuk menjadi perhatian pemerintah pusat,” ungkap mantan anggota DPRD Biak itu, Kamis (22/8).

Ia berharap, masyarakat Biak tidak lagi melakukan demo karena surat pernyataan aspirasi telah diterima Pemkab Biak Numfor dan DPRD.

Sementara itu, Dandim 1708/BN Letnal Kolonel Inf Ricardo Siregar mengajak masyarakat di Kabupaten Biak Numfor untuk menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian di Biak.

“Selama dua hari aksi damai menyampaikan aspirasi kepada pemkab Biak Numfor dan DPRD telah berlangsung aman, lancar dan damai. Ini patut diberikan apresiasi untuk daerah lain dapat mencontoh Biak,” katanya.

Ricardo mengharapkan warga Biak Numfor ikut mewujudkan berbagai program pembangunan yang akan dilakukan Bupati Herry Ario Naap dengan visi-misinya “Biak religius, berkarakter dan berbudaya”.

Hingga pukul 18.00 WIT berbagai pusat perbelanjaan dan pertokoan Biak sudah ramai dikunjungi warga untuk membeli berbagai kebutuhan makanan dan minuman keperluan keluarga bersangkutan.

Beberapa lokasi objek vital di Biak masih dijaga aparat keamanan TNI-Polri untuk mengantisipasi kejadian aksi anarki warga.

Ant.

(Zaenal Arifin)