Daya Beli Masyarakat Turun (Istimewa)

Jakarta, Aktual.com – Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengakui pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2017 lalu, bukan ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Dia pun mengakui daya beli sedang turun ditandai dengan konsumsi rumah tangga yang melemah, membuat trennya tak lagi meningkat sebagai kontributor pertumbuhan ekonomi.

Justru yang membuat perekonomian di kuartal-III yang sebesar 5,06 persen itu diklaim Bambang karena tren laju investasi, ekspor dan belanja pemerintah mulai membaik. Hal ini yang membuat pemerintah tak bisa mencapai pertumbuhan 5,2 persen di akhir tahun seperti dalam APBNP 2017, kemungkinan di 5,1 persen.

“Konsumsi pemerintah memang sudah membaik dibanding kuartal-II 2017 sebesar minus 1,93 persen menjadi 3,46 persen pada kuartal III-2017. Itu tertinggi di tahun ini. Investasi dan ekspor juga naik, tapi kalau mau capai 5,2 persen hingga akhir tahun masih struggle (berjuang),” kata Bambang di Jakarta, Senin (13/11).

Menurut Bambang, untuk mencapai target 5,2 persen itu pemerintah harus bekerja lebih ekstra. Paling tidak, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2017 harus di angka 5,5 persen.

“Struggling ke 5,2 persen ya bukan 5,1 persennya. 5,2 persennya yang berat karena dari 3 triwulan ini profilnya masih semuanya 5,03 persen, kalau kita lihat akumulasi dari triwulan I-III,” kata dia mengakui pesimis.

Artikel ini ditulis oleh: