Rocky Gerung (ist)

Jakarta, aktual.com – Pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung mengaku akun Twitter dengan 1,3 juta pengikut miliknya telah dicuri si dungu. Hal itu menjadi tanda tanya besar, apakah akun Rocky Gerung benar-benar dicuri?

Politikus Hanura Inas N Zubir mengatakan, Rocky Gerung sedang gundah gulana akibat rangkaian manuver junjungan-nya, yakni Prabowo Subianto, dimana diawali dengan usainya perhelatan Pilpres, ketika ada pertemuan antara Prabowo dengan Joko Widodo (Jokowi) di atas MRT, yang kemudian menghentak emosinya. Kemudian Rocky berkicau di Twitter-nya: “Kereta udah jalan, Ndro. Yang di kolam ditinggal bengong”, dengan hastag: #JanganRemehkanKedunguanKami.

Rangkaian berikutnya, kata Inas, adalah pertemuan Megawati dengan Prabowo Subianto yang disambung dengan pertemuan Prabowo dengan Jokowi di Istana Presiden, yang memberikan sinyal bahwa ada kemungkinan Prabowo bergabung dengan Jokowi.

“Sinyal ini tentunya membuat Rocky Gerung berang lalu kecewa berat, yang kemudian diekspresikan dalam bentuk penghempasan nama Prabowo ke “tong sampah” melalui argumen-argumennya,” kata Inas di Jakarta, Minggu (20/10).

Rocky menyebut, “Sekarang, Prabowo sudah bergabung dengan Jokowi sebelum pelantikan. Makanya, saya majukan deklarasi saya beroposisi, menjadi mulai hari ini.”

“Enggak perlu tokoh seperti dia, nyampah-nyampahin negeri aja,” tulis Rocky lagi di Twitter-nya.

Setelah itu, kata Inas, timbul reaksi dari kader-kader Gerindra yang mencak-mencak gara-gara argumen sampah-nya Rocky Gerung tersebut. “Hal itu membuat dia gemetar ketakutan sendiri, dimana kemudian Rocky Gerung berkilah bahwa tulisan-nya adalah sekedar satir belaka!,” sambungnya.

Inas menjelaskan, Rocky Gerung terkesan oleh netizen tak punya pendirian. “Semua argumen-argumen dan pikiran-pikiran Rocky Gerung sudah barang tertentu tercuit dalam twitternya bukan? Sehingga kita dapat membaca bahwa Rocky Gerung terkesan munafik! Jadi, apa kata netizen kalau Rocky munafik? Tentunya malu-maluin bukan? Sehingga perlu diambil langkah-langkah untuk mangaburkan bahkan kalau bisa menghapuskan jejak-jejak digital kemunafikan tersebut,” urainya.

Padahal publik tahu bahwa Rocky Gerung selalu pasang harga diri setinggi-tingginya sehingga pasti gengsi untuk mendelete cuitan-nya di Twitter. “Tapi Rocky Gerung tentunya tidak kehilangan akal, kemudian secara heroik dan dramatis, akun twitternya tersebut tiba-tiba, menghilang dan katanya di hack oleh si dungu,” ujar Inaz.

“Yang mengherankan adalah, kenapa akun Twitter Rocky Gerung bisa di-hack oleh si dungu? Kalau kita percaya, maka dia lebih dungu daripada si dungu, sebaliknya kalau tidak percaya, maka bisa kita duga dialah pelakunya,” tutup dia.

(Zaenal Arifin)