Jakarta, Aktual.co — Al Quran adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya, bahwa Al Quran merupakan puncak dan penutup wahyu Allah SWT yang diperuntukkan bagi manusia dan bagian dari rukun Iman yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril; dan wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW yaitu, sebagaimana yang terdapat dalam Al Quran surat Al Alaq ayat 1-5.

Al Quran merupakan sumber hidayah, penyembuhan jiwa, pengingat, rahmat serta pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Bila diibaratkan dengan sumber mata air, maka Al Quran merupakan sumber mata air kebahagiaan bagi umat Islam yang tidak akan pernah kering.

Tak hanya itu, Al Quran merupakan penjelas atas segala sesuatu. Tidak ada satu masalah apapun yang Al Quran sisakan, kecuali di sana ada penjelasan yang dijadikan sebagai arahan agar manusia bisa hidup terarah dan tepat sasaran.

Tujuan adanya Al Quran yakni, meluruskan jalan manusia dari kesesatan, memberikan penerangan dalam kegelapan, dan menjernihkan pikiran. visi besar Al Quran yaitu menjadikan manusia bahagia dunia akhirat, lahir dan batin, kini dan juga esok.

Dalam Al Quran sendiri telah dijelaskan bahwa keberadaanya adalah untuk menunjukan suatu kebahagiaan mutlak dalam kehidupan,

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,”  (QS. Al-Isra’ ayat 9).

Dan kelanjutannya, “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” [QS. Al-Isra’ ayat 82]

Berikut dijelaskan nama-nama Al Quran indikasi kebahagiaan:
1. Sebutan sebagai Nur atau cahaya mengindikasikan bahwa Alquran akan memberikan bersit bersit cahaya dan pendar pendar sinar di jalan manusia.

2. Sebutannya sebagai Furqan menunjukkan bahwa barang siapa yang berpegang teguh dengan Al Quran, maka akan mampu memilah dan memilih dimana yang Haq dan dimana yang batil.

3. Sebutan Al Quran sebagai Syifaa menunjukkan bahwa Al Quran akan menjadi obat paling mujarab yang sangat dibutuhkan manusia, bangsa dan dunia yang mungkin mengalami derita penyakit akut yang ganas.

Kitab suci Al Quran berhasil mengubah mindset manusia, dari yang keras kepala menjadi lembut tiada tara, dari yang rakus dunia menjadi yang tak ambisi dunia.

Bahagia bagi mereka adalah jika malam-malam ada lantunan Alquran, tangis rindu pada Allah SWT, lewat tilawah sendu yang menghiasi bibir malam.

Seorang Muslim yang baik akan sepenuhnya menyadari secara pasti bahwa dengan Al Quran kebahagiaan itu bisa dicapai, kelapangan itu bisa diraih.

()