Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid, Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri UEA Abdullah Bin Zayed Dalam konferensi pers bersama di Departemen Luar Negeri di Washington, Rabu (13/10) (Dok.AP Photo/Andrew Harnik, Pool)

Washington, Aktual.com – Dalam konferensi pers bersama di Departemen Luar Negeri di Washington, Rabu (13/10), Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid dan Menteri Luar Negeri UEA Abdullah Bin Zayed. membahas banyak hal salah satunya program nuklir Iran.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken menuturkan, “Kami akan melihat setiap opsi untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh Iran,” kata Blinken. “Dan kami terus percaya bahwa diplomasi adalah cara paling efektif untuk melakukan itu. Tapi, dibutuhkan dua orang untuk terlibat dalam diplomasi, dan kami belum melihat dari Iran keinginan untuk melakukan itu pada saat ini.” Seperti dilansir AP.

Hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Iran diprediksi memanas setelah pada rabu (13/10) AS kembali menjajaki “Plan B” terkait rencana program nuklir Iran. hal ini dimunculkan jika Iran menolak mematuhi perjanjian dengan AS.

AS tidak merinci opsi apa yang mungkin ada, tetapi ada berbagai opsi non-diplomatik yang dapat dipertimbangkan, mulai dari sanksi yang ditingkatkan hingga tindakan rahasia atau militer.

Selain Iran, Blinken, Lapid dan Menteri Luar Negeri UEA Abdullah Bin Zayed juga membahas kemajuan dalam hubungan Israel-Arab setelah menyegel Kesepakatan Abraham lebih dari setahun yang lalu. Bin Zayed mengatakan dia akan segera mengunjungi Israel, membalas kunjungan Lapid ke Abu Dhabi pada bulan Juni.

Ketiga menteri menyatakan keinginan untuk memperluas Kesepakatan Abraham dan mengumumkan pembentukan dua kelompok kerja baru: satu yang akan melihat koeksistensi agama dan yang lain akan fokus pada air dan energi.

(Dede Eka Nurdiansyah)