Tokoh politik Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais diwawancara sejumlah media di depan ruang sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/12/2015). Amien tiba-tiba muncul di depan ruang sidang saat Menko Luhut Binsar Pandjaitan sedang memberikan kesaksiannya di MKD. Tetapi Amien disela wawancara, Amien menekankan, masalah perpanjangan kontrak Freeport sebenarnya jauh lebih penting untuk dipikirkan saat ini dan untuk ke depannya. Ada perampokan legal oleh Freeport. Freeport menghabisi Jayawijaya, mengapa dibiarkan. Setelah MKD sudah usai, saya akan datang ke pimpinan DPR, apakah (kontrak Freeport) perlu diteruskan. Sudah saatnya untuk menasionalisasikan Freeport. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Jakarta, Aktual.com – Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan jika Allah SWT sudah berkehendak maka tidak ada daya upaya bagi siapapun dapat menghalanginya. Termasuk misalnya kehendak mencabur kekuasaan yang telah diberikan rakyat kepada Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden Republik Indonesia.

Berbicara dalam seminar ‘Stop Reklamasi Teluk Jakarta’, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/5), ia menyebutkan empat presiden sejak era orde baru yang ketika itu dipimpin Soeharto bisa ‘tumbang’ atas kehendak Yang Maha Kuasa.

“Bayangkan dalam 5 tahun kita lihat 5 presiden. Pak Harto untuk 7 kali, kemudian sekian bulan karena tuntutan masyarakat diganti Habibie. Diganti Gusdur, lalu di ganti Megawati kemudian turun dan di ganti SBY. Memang teorinya sebaiknya kalau belum lima tahun jangan diturunkan di tengah jalan, tapi kalau Allah menghendaki apa boleh buat,” katanya.

Tokoh reformasi itu menjelaskan, apabila merujuk pada ketentuan atau konstitusi yang ada mengenai impechment terhadap Presiden maka syarat-syaratnya harus terpenuhi terlebih dahulu.

“Saya katakan presiden tidak akan di impech kalau tidak melanggar Pasal 10a, karena itu sekarang bisa dibaca apakah sudah memenuhi atau tidak (kepemimpinan Jokowi)?, karena kalau sudah kehendak Allah SWT tidak ada yang bisa menghalangi,” kata mantan Ketua MPR RI itu.

(Novrizal Sikumbang)

()