Suasana penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/11). Pada perdagangan hari ini berakhir memerah setelah kemarin berhasil mencetak rekor tertinggi. Bursa saham Tanah Air ditutup turun ke level 6.049,38 atau melemah 11,07 poin setara dengan 0,18%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Analis pasar modal menilai bahwa pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung bergerak konsolidasi mengantisipasi laporan keuangan emiten tahun buku 2017.

“Saat ini pergerakan IHSG akan tergantung dari berita-berita emiten terutama yang berkaitan dengan laporan keuangan dan aksi korporasi, sentimen itu lebih mendapat perhatian pelaku pasar saham,” kata Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, ditulis Jumat (16/2).

Selain itu, lanjut dia, data-data makroekonomi nasional juga turut mempengaruhi pasar keuangan di Indonesia secara keseluruhan, termasuk saham. Beberapa data ekonmi yang telah dirilis cukup positif sehingga diharapkan dapat menjaga tren IHSG naik.

“Posisi IHSG selama Januari lalu berada dalam tren positif, diharapkan terus berlanjut pada bulan ini. Namun, investor diharapkan tetap waspada mengingat IHSG juga rentan terjadi pelemahan. Karna berbagai sentimen yang muncul dapat mempengaruhi faktor psikologi investor yang bisa mempengaruhi pergerakan pasar saham ke depannya,” katanya.

Sementara itu, Analis Samuel Sekuritas Muhammad Al Fatih mengatakan bahwa secara teknikal, IHSG memiliki level batas bawah di 6.575 poin. Jika terjadi penurunan lanjutan hingga menembus level itu maka dapat membuat tren IHSG berubah arah.

“Saat ini, tren IHSG masih naik kecuali turun hingga di bawah level batas bawah itu. Selama IHSG berada di atas level 6.575 poin maka masih aman, dan IHSG juga memiliki potensi naik ke level 6.700 poin,” katanya.

Ia menambahkan investor juga sedang berada dalam posisi “wait and see” mengantisipasi laporan keuangan emiten tahun buku 2017, sehingga diperkirakan pergerakan IHSG masuk dalam pola konsolidasi.

Terkait dana asing yang keluar dari pasar saham, Muhammad Al Fatih menilai kemungkinan itu hanya strategi investasi dimana investor asing mengalihkan dananya ke instrumen lain seperti surat utang (obligasi).

“Yang keluar mungkin sebagian ke bonds, mereka memang sedang mengurangi porsi di saham,” katanya.

 

Ant.

()