Jakarta, Aktual.com – Aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma menyebut Basuki terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai orang yang tidak hanya bermulut kasar, tetapi juga berhati jahat.

Jahatnya hati Ahok ini disampaikan dia sudah tampak dari pengkhianatan yang kerap kali dilakukan terhadap beberapa pihak. Salah satunya saat meninggalkan Gerindra dan itu disebutnya Lieus sebagai orang yang tidak tahu balas budi.

“Orang Tionghoa itu sakit hati saat Ahok kembalikan kartu anggota. Ini nggak tahu utang budi. Ahok itu bukan mulutnya yang jahat, hatinya yang jahat,” tegasnya dalam acara peluncuran buku ‘Korupsi Ahok’ di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/5).

Tidak hanya itu, Lius menilai Ahok sebagai biang kerok dari karut-marutnya DKI Jakarta. Menurutnya, terdapat beberapa masalah yang masih harus diselesaikan selepas Ahok lengser dari posisi Gubernur Jakarta.

Ia berkelakar bahwa semua ini merupakan kesalahan Partai Gerindra. Masalah di ibu kota, lanjutnya, tidak akan pernah ada jika Partai Gerindra tidak mengusung Ahok sebagai calon Wakil Gubernur pada Pilkada DKI Jakarta lima tahun silam.

“Reklamasi, penistaan agama, kriminalisasi ulama, siapa yang salah? Anggota DPR lah, yang salah Partai Gerindra lah. Ahok ini nggak jadi apa-apa kalau nggak diusung Partai Gerindra,” kelakarnya.

Lieus sendiri mendukung langkah para ulama yang mendesak aparat penegak hukum untuk menjatuhkan hukuman yang lebih berat kepada Ahok. Ahok disebutnya pantas dihukum lebih berat karena kasus penistaan agama telah membuat situasi tanah air menjadi terkotak-kotak.

“Saya benci Ahok bukan karena rasialis atau Kristen, bukan. Karena kepribadiannya yang suka menindas,” tutupnya.

(Teuku Wildan)

()