Ilustrasi pemuda sedang berkumpul di area SCBD fashion week dukuh atas
Ilustrasi pemuda sedang berkumpul di area SCBD fashion week Dukuh Atas

Jakarta, Aktual.com – Anggota DPR RI Rudi Hartono Bangun menilai kegiatan Citayam Fashion Week (CFW) banyak melanggar aturan. Ia menggambarkan acara tersebut itu tidak tahu adab dan etika lantaran berkegiatan di kawasan trotoar dan zebra cross.

“Ini kok buat kegiatan di trotoar dan zebra cross seenaknya? Apa mereka tahu bahaya ditabrak kendaraan yang lewat. Lalu dengan latah dan bangganya, mulai artis, pejabat sampai masyarakat pendidikan tinggi yang tahu aturan, tahu adab, tahu etika dan undang-undang malah ikut-ikutan gaya anak jalanan yang jarang pulang ini. Mereka malah ikut-ikutan buat fashion show di marka penyeberangan jalan,” geram Rudi melalui keterangannya, Rabu (27/7).

Menurutnya CFW melanggar Undang-Undang Pemuda Nomor 40 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan, jalan raya juga di dalamnya melarang jalan/tempat penyebrangan umum untuk dijadikan kegiatan fashion show dilanggar dengan jelas, bagaimana ini? Perbuatan itu sudah mengganggu fungsi jalan” tegasnya

“Saya menilai ini ada kemunduran peradaban. Seperti kembali ke zaman batu dahulu kala. Suka-suka buat kegiatan di tengah jalan, lalu siap itu tiduran di trotoar jalan!” sambung legislator daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara III ini.

Rudi meminta pemerintah harus tegas soal Citayam Fashion Week. “Karena kalau dibiarkan maka semua marka penyebrangan di daerah-daerah akan dijadikan ajang kegiatan fashion. Saya pastikan itu melanggar UU dan peraturan daerah”.

Politisi Partai NasDem ini juga menyarankan Pemda DKI dan pejabat terkait untuk melakukan pembinaan.

“Kreativitas anak-anak itu harus dilokalisasi. Harus diberikan tempat dan sarana yang pas. Apakah di gedung kesenian, apakah di gedung olahraga atau di JIS (Jakarta International Stadium), lapangan bola yang baru dibangun di dekat Ancol. Dan itu sesuai dengan amanat UU, dimana Pemda wajib memberikan sarana prasarana untuk menunjang kreativitas pemuda,” tegas Rudi.

(Dede Eka Nurdiansyah)