Pada 2065, penduduk Jepang diperkirakan menyusut menjadi 88 juta dari 127 juta pada saat ini dan proporsi orang di atas 65 akan meningkat menjadi 38,4 persen dari 27,6 persen, kata perkiraan Lembaga Penelitian Keamanan Sosial dan Populasi Nasional.

Pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe telah menetapkan tujuan untuk menaikkan tingkat kelahiran namun tidak ada tanda-tanda keberhasilan.

Jumlah kelahiran per seribu orang turun ke rekor 7,8 pada tahun 2016 dari 8.0 pada tahun sebelumnya, data Kementerian Kesehatan menunjukkan. Data itu juga menunjukan angka populasi menyusut sebanyak 330.786 tahun lalu.

Permintaan tenaga kerja naik ke level terkuatnya di lebih dari 40 tahun pada bulan April sementara tingkat pengangguran bertahan stabil pada level terendah dalam dua dasawarsa.

Jepang enggan membuka pintu imigrasi karena kubu konservatif selalu menekankan homogenitas budaya dan politisi takut kehilangan suara dari kaum pekerja, yang khawatir kehilangan pekerjaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu