Wakil MPR RI Oesman Sapta Odang memberikan pandangan pada acara diskusi Forum Dialektika Demokrasi di Ruang Pressroom DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/6). Diskusi ini mengambil tema "Presiden Jokowi dan Kartel Daging Sapi".

Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang mengapresiasi kerja aparat keamanan yang berhasil mengungkap rencana peledakan bom pasca temuan bom ledakan tinggi di Bekasi. Oesman Sapta pun mengingatkan agar aparat keamanan jangan sampai lengah.

“Aparat keamanan memang harus terus menerus mengantisipasi. Aparat keamanan tidak boleh lengah,” ujar Oesman kepada wartawan di sela-sela jalan sehat dan sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan Labschool Jakarta di halaman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jl. Sudirman, Jakarta, Minggu pagi (11/12).

Pria yang akrab disapa Oso ini mengatakan, kasus rencana peledakan bom tersebut sudah sering terjadi. Ia pun mempercayakan penanganan masalah tersebut kepada aparat keamanan.

“Soal bom Bekasi ini lebih baik kita serahkan kepada aparat keamanan. Kenapa? Karena ini sudah beberapa kali terjadi. Belum lama polisi juga mengungkap rencana bom. Kejadian itu terus berulang,” katanya.

Meski demikian, Oso menilai, hingga saat ini keamanan negara masih terjaga berkat penanganan Polri. “Kita percayakan penanganan dan antisipasi kasus bom ini kepada aparat yang berwenang. Dengan penanganan dan antisipasi itu sudah terbukti negara kita aman,” tutur dia.

Namun Oso kembali mengingatkan agar aparat keamanan jangan sampai lengah dalam mengantisipasi teror bom.

“Aparat keamanan tidak boleh lengah. Bayangkan, kalau aparat sedikit saja lengah, bisa terjadi peledakan bom lagi,” pungkasnya.

“Penanganan kasus bom di Bekasi menyangkut masalah security (keamanan nasional). Kita serahkan kepada pihak yang berwenang,” tambah Oso.

Sebelumnya, kepolisian berhasil mengungkap rencana peledakan bom berhululedak tinggi di Bekasi, Sabtu, (10/12). Para tersangka, satu di antaranya wanita yang akan menjadi “pengantin” (pelaku peledakan bom bunuh diri), berhasil diamankan. Polisi pun masih mengembangkan kasus ini.[Nailin In Saroh]

(Andy AbdulHamid)