Prabumulih, Aktual.Com – Komisi Pemberantasan Korupsi menyelenggarakan Program Kampanye Antikorupsi yang merupakan serangkaian kegiatan penyadaran publik dan peningkatan partisipasi publik untuk mendorong bentuk aksi kolektif dan berkolaborasi.

Kegiatan kampanye ini berupa Roadshow Bus KPK dengan target sasaran masyarakat umum, yang terdiri atas pelajar, guru, mahasiswa, dosen, aparat pemerintahan, komunitas, dan lain-lain.

Roadshow Bus KPK ini merupakan Upaya menghadirkan KPK di tengah masyarakat secara langsung untuk menjembatani upaya pencegahan korupsi yang dilakukan oleh KPK dan masyarakat umum.

KPK memulai Roadshow Bus KPK “Jelajah Negeri, Bangun Anti Korupsi’ dimulai dari Bumi Sriwijaya, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Kegiatan itu sekaligus menandai babak baru kembalinya bus antikorupsi milik KPK di tengah-tengah masyarakat setelah vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

Setelah dari Kota Palembang Kali ini Kota yang disinggahi nya Prabumulih Sumatera Selatan. selama dua hari bus KPK ini akan berada di Kota Prabumulih.

Kedatangan Bus KPK yang berada di taman kota prabujaya diserbu oleh ratusan Warga kota Prabumulih yang Antusias menyambut kehadiran Bus KPK di kotanya pada selasa (13/9).

Tidak hanya warga, Roadshow Bus KPK ini juga disambut dengan baik oleh pemerintah kota, sebagai mana tuan rumah menyambut tamunya.

Pemerintah Kota Prabumulih pun memindahkan beberapa pelayanan nya ke taman Prabujaya dengan mendirikan stan-stan untuk mempermudah pelayanan bagi warga Kota Prabumulih.

Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi Wawan Wardiana mengatakan bus KPK akan hadir di tiga provinsi, yakni Sumsel, Lampung, dan Banten.

Dari tiga provinsi tersebut, KPK akan menyambangi sembilan kota dan kabupaten yaitu Palembang, Prabumulih, Ogan Komering Ilir (OKI), Bandar Lampung, Metro, Kalianda, Serang, Cilegon, dan Tangerang Selatan.

“Bus KPK adalah representasi kehadiran KPK di masyarakat. Kami sering mendapatkan keluhan dari masyarakat di daerah. Oleh karenanya, bus ini hadir untuk menjawab pertanyaan tersebut,” ujar Wawan selasa (13/9).

Kehadiran bus KPK juga merupakan upaya memberikan sosialisasi dan pendidikan antikorupsi kepada masyarakat Indonesia secara luas. Hal ini sejalan dengan semangat Trisula Pemberantasan Korupsi KPK, di mana pendidikan menjadi salah satu poin utama untuk memberantas korupsi di Indonesia.

“Peningkatan peran serta masyarakat tentu sangat dibutuhkan saat ini. KPK berharap masyarakat dapat menjadi mata, telinga, dan kepanjangan tangan KPK di seluruh wilayah Indonesia untuk melihat, mendengar, dan melaporkan segala bentuk kecurangan atau perilaku tindak pidana korupsi,”jelas Wawan Wardiana. (SM)

(Apriansyah)