Ilustrasi Obat-Obatan COVID-19/Antara
Ilustrasi Obat-Obatan COVID-19/Antara

Jakarta, Aktual.com – Tiap orang yang mengalami sakit, hal pertama yang dicari adalah obat-obatan. Seperti halnya makanan dan minuman, obat-obatan pun punya jangka waktu kadaluarsa untuk dikonsumsi.

Pertanyaannya, apakah obat-obatan yang telah melewati tanggal kadaluarsa masih boleh dikonsumsi?

Dilansir dari Popsci, seorang profesor farmakologi Thomas Jefferson University di Philadelphia, Gina Bellottie mengatakan umumnya obat yang sudah kadaluarsa tidak boleh dikonsumsi. Akan tetapi, apakah tanggal kadaluarsa tersebut saklek masih menimbulkan pertanyaan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mewajibkan perusahaan farmasi untuk membubuhkan tanggal kadaluarsa dalam semua produknya.

Tanggal kadaluarsa yang telah ditetapkan adalah hasil dari uji coba berulang kali sebelum obat-obatan dipasarkan. Bahan pertimbangan tanggal kadaluarsa yaitu suhu ruangan yang direkomendasikan peneliti dan potensi seberapa lama bentuk fisik obat tersebut bertahan.

Akan tetapi, perusahaan farmasi tidak menguji coba obat-obatan bertahan untuk selamanya. Biasanya, jika obat-obatan masih berfungsi hingga akhir waktu uji coba antara 6 bulan sampai 2 tahun, pembuat obat langsung menetapkan tanggal kadaluarsa.

Artinya, tanggal kadaluarsa adalah hari terakhir obat tersebut diuji coba.

“Lewat dari tanggal kadaluarsa, perusahaan farmasi tidak menjamin kelayakan obat tersebut,” kata Bellottie.

Namun, belakangan ini penelitian membuktikan beberapa obat-obatan melewati tanggal kadaluarsa masih boleh dikonsumsi. Penelitian ProPublica dalam investigasinya mengemukakan saat obat-obatan sudah kadaluarsa, beberapa obat-obatan masih bisa digunakan.

Walau begitu, sampai ada obat-obatan yang dites dalam jangka waktu lebih panjang, dalam praktiknya tidak disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan sudah kadaluarsa. “Jangan mengonsumsi obat kadaluarsa tanpa mengecek ke apoteker terlebih dahulu,” ujar Bellottie.

Beberapa faktor seperti kondisi penyimpanan atau waktu pertama kali kontainer dibuka juga memengaruhi keamanan dan potensi dari obat tersebut, lanjut Bellottie. Beberapa obat mungkin layak dikonsumsi untuk bertahun-tahun, tapi sulit untuk dipastikan tanpa adanya tes lebih lanjut.

Jika Anda benar-benar harus mengonsumsi obat kadaluarsa, konsumsi saat kondisi darurat saja. “Untuk beberapa obat ada yang bekerja, ada juga yang tidak bekerja,” tutur Bellottie. “Seandainya Anda sakit kepala, mungkin tidak apa-apa. Namun, untuk kondisi darurat, ada risiko obat tersebut tidak bekerja sebagaimana semestinya.” Kemudian, dia mengatakan obat-obatan lama saat dibuka apalagi jika berwujud cairan akan terkontaminasi setelah jangka waktu lama.

Ketika ragu mengenai obat kadaluarsa, Bellottie menyarankan untuk membawa obat tersebut ke apotek terdekat. Apoteker akan memberi tahu apa boleh disimpan atau tidak serta efek samping yang ditimbulkan dari obat tersebut.

(Shavna Dewati Setiawan)

(Aktual Academy)