Jakarta, Aktual.co — Amerika Serikat prihatin dengan laporan-laporan setidaknya tiga serangan Israel terhadap perkebunan zaitun Palestina di Tepi Barat dalam beberapa hari terakhir.
Kali ini adalah tahun biasanya menandai awal panen zaitun, dan organisasi hak asasi manusia Israel Yesh Din telah menyebutkan dua serangan oleh tentara Israel, dan satu oleh pemukim Israel, sejauh ini.
“Jika benar, itu adalah tindakan yang sangat memprihatinkan, dan kami mengutuk tindakan vandalisme,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki kepada wartawan, Rabu (15/10).
“Panen zaitun penting untuk rakyat Palestina dan ekonomi Palestina, dan kami mendesak semua pihak untuk memastikan itu bahwa panen itu berhasil.” 
Yesh Din menegaskan dalam laporan terbaru, yang dirilis Senin, bahwa tidak ada tersangka yang ditangkap pada 96 persen kasus vandalisme, banyak yang meliputi pencabutan atau pembakaran atas pohon-pohon itu.
Psaki mengatakan, Amerika Serikat berharap kepada pemerintah setempat untuk memastikan bahwa pelaku serangan dan vandalisme dimintakan pertanggungjawabannya, dan bahwa mereka hendaknya mengambil langkah-langkah untuk mencegah serangan di masa depan terjadi lagi.
Organisasi itu mengatakan, panen zaitun tahunan merupakan sumber pendapatan bagi 10.000 rumah tangga Palestina di Tepi Barat.

()