Madiun, Aktual.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menganggarkan dana Rp2 miliar guna menangani kasus difteri, yang telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) oleh Pemerinah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Upaya Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Tri Widodo mengatakan, dana Rp2 miliar tersebut digunakan untuk pelaksaan imunisasi difteri serentak atau “Outbreak Respons Imunization” (ORI) guna mencegah penyebaran penyakit difteri di wilayahnya.

“ORI wajib diberikan pada anak dengan rentang usia 1-19 tahun. Imunisasi dilakukan dalam tiga tahap, yakni tahap pertama dilakukan bulan Februari, kedua pada bulan Juli, dan ketiga pada November mendatang,” ujar Agung Tri Widodo pada wartawan, Sabtu (10/2).

Menurut dia, dana Rp2 miliar tersebut bersumber dari anggaran bersama atau “sharing” dengan Pemprov Jatim dalam menghadapi KLB difteri. Pada tahap awal bulan Februari, ORI akan menyasar 1.060 anak dengan usia di kisaran 1-19 tahun.

“Sedangkan pelaksanaan ORI akan digelar di 2.213 titik yang meliputi posyandu, sekolah tingkat SD hingga SMA, dan puskesmas,” katanya.