Perdagangan satwa dilindungi tersebut dilakukan oleh 3 orang tersangka dengan jenis satwa seperti burung Kakatua Jambul Kuning, burung Nori Merah Kepala Hitam, burung Jalak Bali, burung jalak putih serta 5 ekor Kukang dengan hasil penjualan mencapai puluhan juta rupiah. Aktual/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Para atlet difabel yang telah berprestasi dalam ajang Asian Para Games 2018 ikut mengampanyekan “Hentikan Perdagangan Satwa Dilindungi” yang didukung oleh lembaga nirlaba WWF.

Nanda Mae atlet cabang olahraga para atletik mengaku sebelum diajak ikut mengampanyekan isu tersebut, dia tidak mengetahui apa-apa tentang banyaknya jenis hewan yang terancam punah.

“Ternyata dalam kurun waktu 50 tahun terakhir sekitar 60 persen jumlah hewan vetebrata menurun. Saya pun semakin ingin mengetahui tentang pentingnya perlidungan satwa,” kata Nanda saat temu media di Jakarta, Senin (5/11).

Dia mencontohkan, ikan hiu yang sering diambil siripnya, menurutnya hal itu dapat menurunkan populasi ikan hiu dan merusak ekosistem laut.

Sementara itu atlet para renang, Jendi Pangabean merasa senang dapat terlibat dalam kampanye tersebut. Menurut dia, manusia sebagai makhluk yang paling sempurna diciptakan oleh Tuhan, wajib menjaga kelestarian makhluk di dunia ini.

(Bawaan Situs)