Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 11 negara menyatakan keikutsertaannya dalam pameran buku mancanegara “Indonesia International Book Fair (IIBF) 2014” di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta,1-9 November mendatang.
“Tahun ini kami perdana menggelar pameran buku skala internasional dengan tajuk “The Focused Country: Saudi Arabia”. Ini merupakan lanjutan dari Indonesia Book Fair sebelumnya,” kata Remon Agus, kepala bidang Kerjasama Luar Negeri Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) di Jakarta, Selasa (28/10).
Dia menyebutkan 11 negara itu adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea, Tiongkok, Taiwan, Kanada, Pakistan, Mesir dan Arab Saudi.
Pameran ini diikuti 87 peserta yang terdiri dari penerbit, toko buku, perpustakaan, lembaga kebudayaan, yayasan, media massa dan industri lainnya. “Ajang ini akan menjadi tempat berkumpulnya para insan budaya aksara dari bangsa-bangsa,” ucap dia.
IIBF 2014 sendiri akan menjadi ajang bagi penulis, sastrawan, budayawan dan akademisi dari berbagai negara untuk mengkomunikasikan ide dan karyanya kepada masyarakat, khususnya pembaca lewat media visual. Terdapat dialog dan penawaran produk selama sembilan hari pelaksanaan. Selain itu, akan ada ceramah, pertunjukkan, debat, apresiasi dan acara lainnya.
Terdapat perbedaan pameran buku oleh IKAPI tahun ini dibanding penyelenggaraan sebelumnya seperti dengan menyoroti kebudayaan Arab Saudi lewat sejumlah agenda yang telah disusun. Di antaranya pemaparan seni, budaya dan pendidikan Arab bersama Misi Kebudayaan Saudi di Malaysia dan Indonesia oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Arab Saudi.
Selain itu, ada pameran seni dan juga hadiah langsung bagi pengunjung berupa Alquran, air zam-zam dan kurma. Sementara itu, Kedutaan Besar Arab Saudi menyediakan hadiah utama naik haji gratis yang diberikan bagi pengunjung beruntung setiap harinya selama IIBF 2014 berlangsung.
Dubes Arab untuk Indonesia, Mustafa Ibrahim Al-Mubarak mengatakan pihaknya pada tahun ini lebih serius dalam mengikuti pameran buku mancanegara tersebut.
“Ajang ini baik dan menjadi momen penting untuk mempererat hubungan dua negara dari sisi keilmuan. Pada tahun ini kami semakin tertarik dan lebih serius setelah pada edisi sebelumnya hanya punya gerai di pameran. Tahun ini kami bersyukur karena menjadi tamu kehormatan dan menjadi ‘focused country’ di pameran buku,” imbuh dia.

()