Pekerja mengawasi sumur panas bumi (Geothermal) Unit 5-6 di Desa Tompaso, Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (30/3). Indonesia memiliki potensi panas bumi hampir 29.000 MW atau mencapai 40% total potensi panas bumi dunia yang merupakan sumber energi ramah lingkungan. PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) memprioritaskan pengembangan dan aplikasinya sebagai proyek strategis hingga 2019. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/Spt/16.

Jakarta, Aktual.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berkunjung ke Islandia untuk membahas kerja sama di sektor energi geothermal antara Indonesia dan Islandia. Demikian eterangan pers dari KBRI Oslo yang diterima di Jakarta, Senin.

Delegasi DPR dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan Agus Hermanto melakukan kunjungan muhibah ke Islandia pada 8-12 Agustus 2017.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi DPR RI mengikutsertakan pejabat Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM)dan direksi sejumlah BUMN dan perusahaan jasa konsultan di bidang energi dan infrastruktur, antara lain PT. Pertamina Geothermal Energi (PGE), PT PLN Geothermal, PT Geo Dipa Energi, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan AMETIS Institute.

Selama kunjungan, delegasi DPR didampingi oleh Duta Besar untuk Islandia Yuwono A. Putranto.

Delegasi DPR bertemu dengan para anggota parlemen Islandia dan diterima oleh Ketua Parlemen Islandia, Unnur Br Konrsd’ttir, yang didampingi oleh Ketua Komite Lingkungan Hidup dan Komunikasi Parlemen Islandia, Valger ur Gunnarsd ttir.

Anggota delegasi DPR bertukar pendapat dengan mitranya di Islandia mengenai peran parlemen dan proses legislatif terkait upaya-upaya pengelolaan geothermal dan sumber daya perikanan.

Di akhir pertemuan, Delegasi DPR mengusulkan pembentukan “friend of parliament” atau kontak antar parlemen Indonesia dan Islandia guna mempermudah komunikasi dan kerja sama antarparlemen kedua negara di masa mendatang. Usulan itu ditanggapi secara positif oleh Ketua Parlemen Islandia.

Delegasi DPR mendapat kehormatan diterima oleh Presiden Islandia, Guni Th. Jhannesson di Istana Kepresidenan Bessastair.

Dalam kunjungan kehormatan itu, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menyampaikan tujuan kunjungan Delegasi DPR ke Islandia, yakni untuk memperkuat kerja sama kedua negara di berbagai bidang, khususnya sektor geothermal dan perikanan.

Presiden Islandia menyambut kunjungan delegasi DPR ke Islandia dan sepakat untuk meningkatkan hubungan kedua negara di berbagai bidang, khususnya di bidang energi baru dan terbarukan geothermal yang menjadi ikon energi Islandia.

Selanjutnya, Delegasi DPR juga bertemu dengan orang-orang dari kalangan tim pemikir atau think-tank, akademisi, serta sejumlah perusahaan dan pelaku industri di sektor energi geothermal dan perikanan yang merupakan andalan Islandia.

Rombongan delegasi DPR juga menyaksikan langsung penggunaan aplikasi pembangkit listrik geothermal Svartsengi.

Serangkaian pertemuan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan dan pengetahuan para legislator Indonesia tentang bagaimana Pemerintah Islandia mengelola pusat penelitian yang menopang industri geothermal Islandia.

“Di Islandia, penelitian geothermal telah dimulai sejak 1945 di bawah instansi pemerintah. Kini Islandia Geo Survey melanjutkan penelitiannya sebagai lembaga negara independen,” ujar Agus Hermanto.

Dia menambahkan, memiliki pusat penelitian yang hebat adalah kunci untuk memperbaiki pemahaman mengenai geothermal, serta dapat menurunkan tingkat risiko dalam kegiatan eksplorasi, eksploitasi dan pemanfaatan.

“Pada tahap awal, program ini berfokus pada kegiatan eksplorasi sampai dengan pengeboran eksplorasi, dan kemudian data yang diperoleh dari kegiatan ini akan menjadi dasar dokumen tender Wilayah Panas Bumi,” ujar Wakil Ketua DPR itu.

(Eka)