Bambang Pamungkas usai cetak gol keempat Indonesia saat vs Palestina dalam Friendly Match di stadion Manahan Solo, 22/08/11. Farid Fandi/Jawa Pos

Jakarta, Aktual.com — Mantan pemain Tim Nasional Sepakbola Indonesia, Bambang Pamungkas, ingin sepakbola dapat kembali kepada masyarakat setelah sekian lama berada dalam kondisi tanpa kepastian masa depan.

“Sepakbola tidak lagi menjadi hiburan yang dapat dinikmati masyarakat setelah sekarat selama lebih dari enam bulan,” kata pria yang akrab disapa Bepe tersebut dalam konferensi pers ‘Jakarta Football Festival Rusun Cup (JFFRC)’ di Jakarta, Jumat (2/10).

Kondisi pesepakbolaan yang semacam itu dapat berpengaruh pada mundurnya pembinaan talenta-talenta muda yang menurutnya tidak kalah hebat dari talenta asing.

“Hanya saja kita tidak punya formula yang tepat untuk memperoleh bakat pemain hebat untuk masa depan,” kata Bepe.

Penyerang berusia 35 tahun tersebut berharap dapat muncul inisiatif dari pihak tertentu untuk dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak muda untuk berkembang di sepak bola.

Dia mengatakan penyelenggaraan Rusun Cup 2015 dapat menjadi semacam oase di tengah karut marut pesepakbolaan Tanah Air.

“Ini merupakan sebuah alternatif kegiatan positif yang menyehatkan dan mampu membentuk karakter menjadi lebih baik,” kata pemain Persija tersebut.

‘JFFRC 2015’ merupakan kegiatan turnamen sepak bola yang didukung oleh Dinas Perumahan DKI Jakarta bekerja sama dengan Perkumpulan Sepak Bola Uni Papua yang akan diselenggarakan pada 24 Oktober-8 November 2015.

Turnamen tersebut melibatkan 18 dan 22 rusun yang dibina oleh Dinas Perumahan DKI yang memiliki populasi sebanyak 56 ribu jiwa yang berasal dari 14 ribu kepala keluarga.

Sebelum pelaksanaan turnamen, panitia terlebih dahulu menggelar pelatihan dan pembinaan teknis kepada peserta melalui para pelatih.

Selain memberi latihan fisik, festival ini juga membekali para pesertanya dengan pengembangan karakter.

(Ant)

()