Pasar yang dibangun pada 1988 di atas lahan seluas 200 hektare itu mampu membukukan transaksi sekitar 100 miliar RMB atau sekitar Rp202 triliun per tahun.

Pengelola Pasar Induk Xinfadi bekerja sama dengan pemerintah daerah dan koperasi petani di sejumlah daerah di China untuk memasok berbagai komoditas pertanian dan peternakan.

Kemendag berencana membangun lima pasar induk di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kepulauan Riau, dan Sulawesi.

Namun Enggartiasto tidak ingin hanya membangun fisik bangunan pasar tanpa menerapkan konsep dan sistem distribusi barang.

“Kalau dibilang mahal, bangunan pasar induk seperti ini ya pasti mahal. Tapi konsepnya ini bisa menyejahterakan para petani dan peternak di daerah,” katanya mengenai pasar induk yang berlokasi di Distrik Fengtai, pinggiran Kota Beijing, itu.

Ia mencontohkan kalau saja pasar induk seperti Xinfadi itu dibangun di Bekasi, maka akan berfungsi sebagai penyangga ekonomi wilayah utara Jawa Barat.

(Abdul Hamid)