Lebak, Aktual.com – Banjir yang merendam pemukiman di lima kecamatan di Kabupaten Lebak Provinsi Banten mulai surut setelah hujan berhenti selama tiga jam.

“Sekarang warga pulang ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah dari lumpur dan sampah,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Agust Riza Faizal dalam keterangannya di Lebak, Rabu (4/1).
Masyarakat di lima kecamatan di Kabupaten Lebak terdampak banjir akibat luapan sejumlah sungai setelah dilanda hujan lebat selama lima jam pada Selasa (3/1).
Berdasarkan data, rumah yang terdampak banjir di lima kecamatan tersebut untuk sementara tercatat 1.200 unit, namun saat ini masih dilakukan pendataan.
Selain itu beberapa ruas jalan poros desa dan jalan kabupaten mengalami amblas karena longsor.
“Kami belum menerima laporan korban jiwa dan luka-luka akibat banjir itu,” katanya.
Ia mengatakan BPBD Lebak kini menyalurkan logistik untuk meringankan beban masyarakat terdampak banjir.
Penyaluran logistik berupa bahan pokok seperti beras, minyak dan makanan lainnya.
“Penyaluran bantuan logistik guna memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” katanya.
Sementara itu warga yang lokasinya di bantaran Sungai Ciujung mulai membersihkan lumpur dan sampah di kediaman masing-masing.
“Kami sejak pagi hingga sekarang membersihkan rumah usai banjir surut,” kata Budi (45) warga Kebon Kelapa Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak.
Banjir melanda lima kecamatan di wilayah di Kabupaten Lebak yaitu Rangkasbitung, Cimarga, Kalanganyar, Gunungkencana dan Banjarsari.
Rumah tergenang banjir sekitar 50 centimeter hingga satu jam, namun masyarakat tidak mengungsi karena air sudah mulai surut.
“Kami minta warga di sini tetap waspada banjir susulan karena potensi hujan masih berpeluang terjadi pagi, siang, sore malam dan dini hari,” katanya.
Warga Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak Sukri (45) mengaku saat ini banjir yang melanda pemukiman warga kembali surut setelah hujan reda.
Masyarakat di daerah itu kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan bersih-bersih sampah dan lumpur.
“Kami siang ini sudah menghuni rumah kembali setelah banjir surut,” katanya.
(Warto'i)