Mamuju, Aktual.com – Banjir merendam ruas jalan dan pemukiman warga setelah hujan deras turun selama tiga jam di sejumlah wilayah di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.

“Banjir sudah menjadi langganan masyarakat kota Mamuju, hujan deras hanya turun selama tiga jam namun banjir telah merendam ruasa jalan dan ratusan pemukiman penduduk,” kata Anca, warga di Kompleks BTN Ampi Kabupaten Mamuju, Jumat (22/10).

Ia mengatakan, banjir telah merendam ratusan permukiman warga dengan ketinggian air hingga lutut orang dewasa setelah deras turun sejak pukul 03.00 WITA sampai 06.00 WITA.

“Banjir terus membuat khawatir warga selama ini, kakarena ketika hujan terus turun air banjir menggenangi permukiman warga,” katanya.

Menurut warga, buruknya drainase di Mamuju membuat banjir terjadi, sehingga permukiman ruas jalan dan pemukiman warga terendam, sehingg pemerintah setempat diminta menanggulanginya.

Selain kompleks BTN Ampi, banjir juga merendam permukiman warga di perumahan kompleks Pemda Mamuju dan jalan Soekarno Hatta.

Pemukiman warga di daerah tersebut menjadi langganan banjir sehingga mengganggu aktivitas warga, karena barang berharga miliknya dirusak banjir.

Banjir juga merendam kompleks pasar regional Mamuju, sehingga pedagang terganggu aktivitasnya dalam berdagang, karena harus mengamankan barang dagangannya ketempat yang lebih tinggi.

“Banjir besar pernah terjadi di Mamuju awal 2017 banjir, mengakibatkan korban jiwa sejumlah rumah hanyut dan ribuan rumah terendam, sehingga banjir di Mamuju diminta diantisipasi pemerintah,” kata Azis warga pedagang.

Bupati Mamuju Sutinah Suhardi pemerintah berupaya terus melakukan melakukan pembersihan drainase yang tersumbat sampah dan menjadi pemicu banjir.

Ia mengatakan terdapat juga drainase yang rusak di Mamuju sehingga air hujan tidak mengalir dengan lancar dan mengakibatkan banjir merendam rumah warga.

“Keterbatasan anggaran akibat penanganan COVID membuat perbaikan drainase harus ditunda dulu pemerintah, dan tetap akan dilakukan perbaikan nantinya,” katanya.

(Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)