Palembang, Aktual.com – Bank Sumsel Babel mendorong konsumen untuk bertransaksi secara digital dengan mulai mengimplementasikan transaksi nontunai dengan barcode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dari Bank Indonesia.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin di Palembang, Sabtu(22/8), mengatakan bank pembangunan daerah (BPD) tersebut sangat fokus terhadap transaksi digital bagi nasabahnya, apalagi di tengah masa pandemi.

“Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mendukung transaksi nontunai, pembayaran tidak perlu lagi pakai cash,” kata dia.

Syamsudin mengatakan BSB merupakan perbankan yang cukup potensial untuk meningkatkan transaksi nontunai dengan QRIS, terutama untuk segmen pengguna yang berasal dari ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Bahkan, kata dia, Bank Sumsel Babel telah merancang ekosistem keuangan digital dengan menggunakan QRIS di lingkungan pemerintah daerah.

“ASN di lingkungan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Sumsel maupun Babel merupakan nasabah kami, jadi kami sudah dapat segmen pengguna. Nanti, makan siang di kantin kantor bisa bayar pakai QRIS,” kata Syamsudin.

Untuk penambahan merchant, lanjut Syamsudin, perusahaan bakal menggandeng sejumlah asosiasi UMKM. Di antaranya, perusahaan akan menggandeng asosiasi pempek dan restoran Padang.

Menurut dia, UMKM kuliner merupakan sasaran utama dalam pengembangan transaksi QRIS di Sumsel.

“Karena sektor pangan ini terbukti mampu bertahan, mau resesi atau tidak resesi, masyarakat tetap butuh makan,” kata Syamsudin.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Hari Widodo, mengatakan Bank Sumsel Babel merupakan 1 dari 7 BPD yang telah mengantongi izin penggunaan QRIS.

“Ini cukup membanggakan, karena Bank Sumsel Babel resmi dapat izin QRIS sebagai alternatif kanal pembayaran nontunai,” kata Hari.

Hari mengatakan pihaknya berharap BPD tersebut juga dapat menggarap pengguna QRIS secara lebih luas, tidak hanya dari sisi merchant.

Apalagi, lanjut Hari, QRIS sangat relevan di masa pandemi karena mendukung penerapan salah satu protokol kesehatan, yakni jaga jarak.

“Dengan QRIS dapat mengurangi kontak fisik, masyarakat tidak perlu gunakan uang tunai, dari sisi merchant juga akan lebih mudah tidak perlu menyiapkan uang kembalian,” kata Hari.

Data bank sentral menunjukkan QRIS sudah dapat dipakai untuk transaksi di 131.564 merchant yang ada di provinsi Sumsel. Jumlah merchant tersebut tumbuh 9,95 persen sejak diluncurkan pada 1 Januari 2020.

Sementara secara nasional, jumlah merchant QRIS mencapai 4,3 juta. Selain digunakan untuk transaksi komersial, QRIS juga dapat digunakan untuk pembayaran donasi ke rumah ibadah dan kegiatan amal lainnya.(Antara)

(Warto'i)