Jakarta, Aktual.com — Kejaksaan Italia mengindikasikan, bahwa Bank of China di kota Milan terlibat dalam skema pencucin uang lebih dari 300 orang. Jaksa di Florence menduga uang sebanyak USD5,1 miliar dipindahkan dari Italia ke Tiongkok. Pencucian uang tersebut dilarikan melalui prostitusi, pemalsuan, penggelapan pajak dan eksploitasi tenaga kerja.

Badan Ansa mengungkapkan, bahwa empat Manager Senior Bank of China dapat didakwa terkait kasus tersebut. Hampir setengah dari USD5,1 miliar tersebut ditransfer antara 2007 dan 2010 lalu, melalui cabang Bank China di Milan.

Menurut laporan Ansa, Bank of China diklaim menerima €758 ribu dari komisi untuk transfer. Selain itu, terdapat jutaan transaksi di bawah ambang batas €2.000 yang memicu cek pencucian uang.

Seorang Hakim menuturkan, akan mengadili Bank China dan 297 individu di pengadilan. Namun, pihak bank maupun pemerintah China belum menanggapi hal ini.

“Pencucian uang ini memperkuat kapasitas ekonomi organisasi mafia China ditujukan untuk imigrasi ilegal dari negara mereka (Italia),” ujar Ansa, demikian dilansir BBC Business, Senin (22/6).

Untuk diketahui, pada Desember 2013 lalu, perhatian masyarakat tertuju pada kondisi para pendatang Tiongkok yang bekerja di Italia, ketika tujuh pekerjanya tewas dalam kebakaran di sebuah toko pakaian di Prato, dekat Florence.

Gubernur wilayah Tuscany menjelaskan, bahwa beberapa pabrik yang terkait dengan kejahatan terorganisir di Tiongkok.

()

()