Bekasi, Aktual.com – Qudwah Indonesia, sebuah lembaga nirlaba pegiat persaudaraan Indonesia-Palestina mengutuk keras agresi yang dilakukan pihak Israel.

Atas kejadian tersebut, Qudwah Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa memilukan di Palestina. Mengusir paksa kegiatan ibadah itikaf di Masjidil Aqsha adalah pelanggaran HAM. Tak dibenarkan oleh agama dan bangsa mana pun di dunia.

Direktur Utama Qudwah Indonesia Lukman Hakim mengatakan, Qudwah Indonesia memahami krisis kemanusiaan di Palestina tak pernah berujung, eskalasinya naik dan turun. Qudwah memang tak mungkin campur tangan untuk menghentikan konflik. Tapi setidaknya Qudwah ingin memperhatikan sisi kemanusiaan akibat dari konflik tersebut, “Krisis pangan, kelaparan, sakit, anjloknya ekonomi, dan hidup serba kekurangan,” katanya, Jumat (14/5/2021).

Sejarah mencatat, masih menurut Lukman, saat Indonesia berkali-kali dilanda musibah, Palestina dengan segala keterbatasannya selalu membantu Indonesia. Coba tengok bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu pada 2018. Palestina sanggup membantu menyiapkan tenaga insinyur, medis, perlengkapan emergency, dan kebutuhan bahan pangan di sana.

“Perhatian dan bantuan rakyat Palestina masih bisa ditemukan dalam jejak digital,” jelasnya lagi.

Karenanya, sambung Lukman, melalui spirit Satu Hati Indonesia – Palestina, Qudwah ingin membuktikan bahwa Indonesia adalah satu hati dalam iman dan kemanusiaan, Indonesia adalah saudara. Palestina adalah negeri di mana kiblat pertama bertempat sebelum Kabah.

“Perlu dicatat, kiblat adalah unsur paling penting bagi kita Indonesia, negara berpenduduk muslim paling besar di dunia dan secara histori perjuangan, Palestina juga yang pertama-tama mengakui kemerdekaan Indonesia,” ujar Lukman.

Lukman juga menyampaikan, spirit Satu Hati juga mengedepankan keselarasan gerak dan manfaat. Setiap amanah donasi yang diterima, selalu diberikan kepada anak-anak yatim dan dhuafa Indonesia dan Palestina. “Misalnya, menyambut hari fitri ini, anak-anak yatim dan dhuafa di sini merasakan bahagianya mendapat kado lebaran, dan di Palestina pun sama, anak-anak yatim dan dhuafa merasakan kebahagiaan yang sama,” paparnya.

Selanjutnya, disebutkan Lukman, Ramadhan tahun ini bertema Ramadhan Satu Hati, programnya adalah Amazing Ifthar yang didalamnya berisi Qubox Kado Lebaran, Qumom Sembako Lebaran untuk ibu dan anak-anak, serta Gemilang 1000 Hafidz.

“Total jumlah penyaluran program Amazing Ifthar untuk Indonesia dan Palestina adalah 5050 box. Qubox Kado Lebaran 160 Paket dan Qumom Sembako Lebaran 160 paket. Gemilang 1000 Hafidz 10 paket,” tambah Lukman.

Lukman menjelaskan, Amazing Ifthar untuk Palestina dibagikan kepada penduduk yang terbagi di dua wilayah, yaitu Gaza dan komplek Al Quds. Sementara untuk Indonesia diberikan kepada panti-panti asuhan yang tersebar di beberapa wilayah, “Di antaranya, Kota Cimahi Jabar, Kota Bekasi Jabar, Kab. Cianjur Jabar, Kab. Toba Sumut, Kab. Sigi Sulteng, Kab. Parigi Sulteng, Kab. Enrekang Sulsel, Kota Bontang Kaltim, Kota Palembang Sumsel, Kab. Kutai Barat Kaltim, Bengkulu, Kab. Bogor Jabar,” urainya.

“Bantuan untuk program Qudwah Emergency Aid juga akan bergulir, mengingat kondisi Palestina belum sepenuhnya pulih. Bantuan berupa pengadaan dapur umum, obat-obatan, alat dan sarana ibadah serta kebutuhan lainnya diprediksi akan terus meningkat,” tandas Lukman.

(Ridwansyah Rakhman)