Sydney, Aktual.com – Mitra junior di pemerintahan koalisi Australia memilih Michael McCormack, mantan redaktur koran sebagai pemimpin barunya, Senin (26/2), yang menjabat sebagai wakil perdana menteri, setelah peristiwa skandal seks memalukan yang mengancam aliansi konservatif berusia puluhan tahun tersebut.

Michael McCormack terpilih dalam sebuah pemungutan suara partai untuk menggantikan Barnaby Joyce sebagai pemimpin Partai Nasional berbasis pedesaan, setelah Joyce, yang berkampanye mengenai nilai-nilai keluarga, mengundurkan diri karena perselingkuhan di luar nikah dengan mantan sekretaris persnya.

Joyce memiliki seorang anak dengan mantan stafnya dan telah meninggalkan pernikahannya yang berlangsung selama 24 tahun.

Dia menolak untuk berhenti dalam tekanan berminggu-minggu, namun mengatakan pada Jumat bahwa dia akan mengundurkan diri sebagai pemimpin partai setelah tuduhan baru terjadi pelecehan seksual muncul.

Berdasarkan kesepakatan koalisi dengan Partai Liberal sayap kanan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, pemimpin Partai Nasional secara otomatis menjadi wakil perdana menteri.

Kisah perselingkuhan Joyce telah mengancam perpecahan persekutuan antara Partai Liberal dan Partai Nasional yang telah berlangsung selama hampir 100 tahun.

McCormack memenangi pemungutan suara partai atas satu penantang tunggal, George Christensen, yang telah mengusulkan untuk memecah persekutuan dengan mitra senior Partai Nasional.

“Saya akan menjunjung keyakinan dan kepercayaan serta tanggung jawab itu dengan selalu melakukan yang terbaik,” demikian McCormack kepada wartawan di Canberra.

Aliansi tersebut terguncang saat terjadi perselisihan publik Turnbull dan Joyce atas urusan wakil pemimpin. Turnbull menyebutnya sebagai “malapetaka yang mengejutkan”, yang dibalas oleh Joyce dengan menyebut Turnbull “tidak kompeten.” Turnbull dengan tegas tidak meninggalkan Joyce sebagai pengganti perdana menteri saat dia meninggalkan Australia minggu lalu untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington.

McCormack tampak jauh dari sorotan publik dalam beberapa tahun terakhir, namun pengangkatannya bukan tanpa kontroversi. Dia dipaksa untuk meminta maaf atas komentar-komentar homofobia yang dibuatnya dalam sebuah editorial saat dia memimpin surat kabar pedesaan pada 1993.

Turnbull, yang juga seorang mantan jurnalis, menyambut baik pengangkatan McCormack.

“Kemitraan politik kita yang bertahan lama dan sukses akan berlanjut di bawah kepemimpinan Michael dari Partai Nasional,” ujar Turnbull dalam pernyataan surat elektronik.