Langkat, Aktual.com – Seekor bayi gajah berjenis kelamin betina, lahir di Conservation Response Unit (CRU) Tangkahan, Langkat, Sumatera Utara. Kelahiran bayi gajah dari induk bernama Olive itu, menambah koleksi gajah di tempat tersebut.

“Bayi gajah itu lahir Selasa dini hari (1/9) sekitar pukul 04.30 WIB dengan berat 75 kg,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Andi Basrul yang dihubungi, Rabu (2/9).

Saat melahirkan, Olive berumur 18 tahun, sedangkan pejantan satu-satunya adalah Theo berumur 27 tahun.

Kondisi bayi gajah yang dilahirkan Olive saat ini masih dalam penjagaan ketat oleh induknya, sehingga belum memungkinkan dilakukan pengukuran lingkar dada dan tinggi badan.

“Bayi gajah itu saat ini dalam kondisi sehat dan masih dalam perawatan khusus di bawah penanganan dokter hewan,” katanya.

Olive sudah melahirkan yang kedua kalinya, kelahiran bayi pertamanya belum berhasil ‘survive’ karena rawan serangan beberapa penyakit.

Ia mengatakan kesehatan anak gajah itu selalu dimonitor.

Gajah jinak di Tangkahan pengelolaanya dilakukan oleh Balai Besar TNGL bekerjasama dengan CRU Tangkahan, Vesswic dan masayakat setempat.

Gajah jinak yang ada di Tangkahan saat ini berjumlah tujuh ekor gajah dewasa dan dua anak.

Ia berharap dengan kelahiran bayi gajah tersebut, menjadi harapan bagi semua pihak terutama pemerhati hewan yang terancam punah itu akibat tingginya tekanan pada habitatnya.

“Kita berharap populasi gajah dapat terus dipertahankan di tengah semakin kerasnya tekanan, baik akibat perburuan maupun habitatnya yang semakin berkurang,” katanya.

Balai Besar TNGL mengembangkan pengelolaan kolaboratif bersama masyarakat dan mitra dalam pelestarian satwa langka termasuk gajah.

Artikel ini ditulis oleh: