Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja (tengah) saling bertukar naskah nota kesepahaman (MoU) dengan Ketua Umum The Financial Markets Association of Indonesia (ACI FMA) Branco Windoe (kiri) disaksikan Direktur BCA Rudy Susanto (kanan) dikantor pusat BCA Jakarta Selasa (7/2). Dengan penggunaan aplikasi E-Learning Keuangan akan memudahkan para praktisi pasar keuangan memperoleh informasi aktual mengenai produk tresury, regulasi dan market dalam lingkup pasar domestik maupun dunia. AKTUAL/Eko S Hilman
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja (tengah) saling bertukar naskah nota kesepahaman (MoU) dengan Ketua Umum The Financial Markets Association of Indonesia (ACI FMA) Branco Windoe (kiri) disaksikan Direktur BCA Rudy Susanto (kanan) dikantor pusat BCA Jakarta Selasa (7/2). Dengan penggunaan aplikasi E-Learning Keuangan akan memudahkan para praktisi pasar keuangan memperoleh informasi aktual mengenai produk tresury, regulasi dan market dalam lingkup pasar domestik maupun dunia. AKTUAL/Eko S Hilman

Jakarta, Aktual.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyiapkan pertumbuhan belanja anorganik sebesar Rp4 triliun pada 2017 yang akan digunakan untuk pendanaan akuisisi perbankan dan tambahan modal anak usaha. Pihaknya itu masih mengkaji beberapa bank dengan modal minim untuk diakuisisi.

“Ya sesuai janji saya ke Otoritas Jasa Keuangan juga, kami masih evaluasi bank-bank kecil yang bisa kami akuisisi. Kami masih ingin lihat pasar, apakah ada bank yang cukup baik,” ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Selasa (8/2).

Rencana akuisisi bank-bank bermodal minim oleh BCA sudah menggema sejak beberapa tahun lalu. Namun akuisisi tersebut tidak kunjung terlaksana. “Kami masih fleksibel untuk akuisisi,” ujarnya.

Pada 2016, BCA mewacanakan untuk mengakuisisi bank umum kegiatan usaha (BUKU) I. Bank yang akan diakuisisi tersebut rencananya akan dijadikan bank khusus untuk menggarap segmen ritel atau usaha kecil menengah (UKM).

Adapun untuk anak usaha, BCA baru saja membentuk anak usaha baru di lini modal ventura yang bernama PT Central Capital Ventura (CCV). CCV didirikan BCA untuk merambah bisnis finansial berbasis teknologi (financial technology). Untuk mendirikan CCV, BCA menyuntik modal sebesar Rp200 miliar.

Sayangnya, Jahja masih enggan merinci berapa dari Rp4 triliun tersebut yang akan digunakan untuk akuisisi dan tambahan modal anak usaha.

“Kami fleksibel saja untuk Rp4 triliun itu. Yang penting kami siapkan dulu dananya. Yang namanya bisnis kan bisa saja suatu saat butuh modal tambahan, jadi kita sudah menyiapkan,” ujar dia.

BCA pada 2017 ini menargetkan pertumbuhan kredit yang konservatif yaitu 10,1 persen (year on year).

(Eka)