Jakarta, Aktual.com – Banjir bandang setinggi satu hingga dua meter menerjang lima kecamatan di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ribuan rumah terendam banjir akibat Sungai Benanain di Kabupaten Malaka meluap.

Meluapnya sungai tersebut akibat hujan deras selama sepekan.

Air semakin meninggi akibat hujan yang tak berhenti pada Jumat (2/4) sore hingga Sabtu (3/4) dini hari.

Data terbaru BPBD Kabupaten Flores Timur, sebanya 20 warga ditemukan meninggal dunia akibat banjir bandang yang terjadi, Kamis (4/4) dini hari. Selain itu, 5 orang juga dilaporkan hilang.

Sementara itu, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer-laut menunjukkan bahwa La Nina masih berlangsung paling tidak hingga Mei 2021 dengan kecenderungan menuju netral.

Secara tidak langsung keberadaan bibit siklon 99S di Laut Sawu tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatkan labilitas atmosfer dan pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan disertai petir dalam periode tiga hari ke depan di wilayah Kota Kupang, Kab. Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Sabu, Rote Ndao, Nagekeo, Ngada, Ende, Sikka, sebagian Flores Timur, Lembata, Alor, serta Sumba Timur.

Peringatan waspada potensi angin kencang terjadi di hampir seluruh wilayah NTT terutama di wilayah yang berada di sekitar pusat tekanan rendah seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote, Sabu dan sebagian Sumba.(RRI)

(Warto'i)